Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Rambu lalu lintas air pedalaman Barito banyak hilang
  • Selasa, 25 Juli 2017 — 17:46
  • 2085x views

Rambu lalu lintas air pedalaman Barito banyak hilang

Padahal rambu-rambu lalu lintas sungai itu sangat penting untuk keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal bertonase besar, maupun kapal-kapal kecil yang melintasi jalur Sungai Barito di wilayah perairan Barito Utara.
Rambu lalu lintas di Sungai Kapuas, Desa Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Jubi/Tribunnews.com
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Muara Teweh, Jubi - Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah melakukan pengecekan lokasi sejumlah rambu-rambu lalu lintas air yang ada di pedalaman Sungai Barito. Banyak yang hilang atau rusak.

"Entah itu karena rusak termakan usia, atau hanyut terbawa arus deras pada saat banjir sedang melanda," kata Kabid Perhubungan Sungai dan Penyeberangan, Mihrab Buana Pati di Muara Teweh, Selasa (25/7/2017).

Sebelumnya di Barito Utara, ada sekitar 30 buah rambu yang ditempatkan pada beberapa titik atau lokasi di pinggiran sungai, namun dari sejumlah itu sudah banyak yang hilang.

Padahal rambu-rambu lalu lintas sungai itu sangat penting untuk keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal bertonase besar, maupun kapal-kapal kecil yang melintasi jalur Sungai Barito di wilayah perairan Barito Utara.

Buana mengatakan titik-titik jalur sungai yang di kategorikan rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas air, yakni dimulai dari gundukkan pasir atau sedimentasi Teluk Siwak di wilayah Kecamatan Montallat, Gangsiung wilayah Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah.

Kemudian, jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh, di mana kondisinya tidak bisa dilalui jika kondisi air Sungai Barito sedang naik atau bila Skala Tinggi Air (STA) di wilayah Barito Utara mencapai 11,50 meter, dapat berbahaya dilalui, karena bisa menyentuh lantai bagian bawah jembatan tersebut.

Selanjutnya, di Jaluin atau Tanjung Bandung masuk wilayah Kecamatan Teweh Tengah, tidak bisa dilalui bila air sedang surut pada musim kemarau.

"Kondisi itu terjadi juga di wilayah Desa Jangkang Baru, Kecamatan Lahei Barat dan Desa Papar Pujung adanya batu besar yang menyebrangi Sungai Barito," jelas dia.(*)
 

loading...

#

Sebelumnya

Tiga kabupaten di Kaltim tanggap darurat banjir

Selanjutnya

Perempuan di Kalteng minim berpolitik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe