Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Pelaku pembunuhan serahkan diri, Bupati Mamteng minta proses hukum tetap berjalan
  • Selasa, 25 Juli 2017 — 18:01
  • 1651x views

Pelaku pembunuhan serahkan diri, Bupati Mamteng minta proses hukum tetap berjalan

Usai diserahkan ke Polsek Kelila, Kapolsek bersama penyidik langsung membawa pelaku ke Polres Jayawijaya untuk proses hukum selanjutnya.
Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Berius Kogoya, STh bersama keluarga saat menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian – Jubi/Ist
Jean Bisay
Editor : Yuliana Lantipo
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Kelila, Jubi - Setelah menghilang sejak 10 Juli lalu, BW pelaku pembunuhan yang menyebabkan tewasnya seorang pekerja bangunan di Kampung Dogobak, Distrik Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Kelila, Sabtu (22/7/2017) pekan lalu.

Pelaku menyerahkan diri dengan diantar langsung keluarganya yang dipimpin Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Berius Kogoya, STh untuk diserahkan kepada pihak berwajib yang diterima Kapolsek Kelila Iptu Ariyanta.

Usai diserahkan ke Polsek Kelila, Kapolsek bersama penyidik langsung membawa pelaku ke Polres Jayawijaya untuk proses hukum selanjutnya.

Dalam rilis yang diterima Jubi, Selasa (25/7/2017) dari Humas Mamberamo Tengah menyampaikan Bupati Mamberamo Tengah R. Ham Pagawak, SH,M.Si meminta pihak kepolisian untuk tetap melakukan proses hukum kepada pelaku yang telah menyerahkan diri.

Bupati Ham menegaskan, hukum harus ditegakkan, sebab apa yang sudah dilakukan pelaku telah mencoreng situasi kamtibmas di kabupaten Mamberamo Tengah yang selama ini dikenal kondusif.

Ham Pagawak meminta masyarakat di Kampung Dogobak untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi karena dapat menganggu pembangunan. Baginya, dengan kejadian seperti ini pembangunan infrastruktur di kampung terhenti, dan yang rugi adalah masyarakat sendiri.

Sementara Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Berius Kogoya mengatakan pelaku berhasil diamankan pihak keluarga dari persembunyiannya pada Jumat, (21/7/2017). Setelah diamankan, keluarga membawa yang bersangkutan untuk diserahkan kepada pihak keamanan esok harinya untuk diproses hukum.

Menurut Berius, pihaknya sangat menyesalkan dan mengutuk keras peristiwa pembunuhan yang terjadi di kampung Dogobak.

“Korban ini tidak bersalah, dia bersama tukang lainnya datang ke sini untuk membangun infrastruktur Kampung Dogobak, kejadian ini sudah mencoreng wajah Kabupaten Mamberamo Tengah yang dikenal selama ini aman bagi siapa pun,” ujarnya menyesali.

Berius menegaskan, pemerintah tidak ada kompromi sama sekali dengan tindak kejahatan yang dilakukan oleh pelaku, sehingga yang melakukan itu harus diberikan sanksi setimpal dengan apa yang dilakukannya sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tidak ada jaminan keluarga sehingga bisa berbuat apa saja, siapa pun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI, agar dapat memberikan efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” katanya.

Berius meminta pihak kepolisian agar mengusut kasus pembunuhan ini dengan tuntas, jika ada yang terlibat lagi selain pelaku, tentu harus ditangkap dan diproses hukum.

Ia juga meminta masyarakat dari kampung Dogobak, Pelame, Yagabur dan Inaga untuk belajar dari peristiwa ini, sebab dengan kejadian ini, maka pemerintah menghentikan sementara kegiatan pembangunan di beberapa titik di kampung ini.

“Hal ini merupakan bagian dari ketegasan pemerintah terhadap konsekwensi dari peristiwa ini, yang mana ada masyarakat yang tidak menghormati kebijakan pemerintah, maka kami minta masyarakat untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini, agar ke depan tidak terjadi lagi. Masyarakat juga harus tetap tenang dan jangan terprovokasi, sebab kasus ini sudah sepenuhnya ditangani aparat penegak hukum,” ujarnya.

Mewakili keluarga, Berius Kogoya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga IKT di Mamberamo Tengah atas peristiwa yang terjadi ini.

Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Gustaf Funay melalui Kapolsek Kelila, Iptu Ariyanta mengatakan pelaku pembunuhan BW saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan tengah dititipkan di Rutan Polres Jayawijaya untuk proses hukum selanjutnya,” ujarnya.

Menurutnya, pihak penyidik menjerat tersangka dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Ia mengatakan saat ini situasi kamtibmas di Kampung Dogobak dalam kondisi aman dan terkendali.

“Atas nama Kapolres, kami menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati R. Ham Pagawak, SH,MSi, Ketua DPRD Berius Kogoya, STh, tokoh-tokoh adat, agama, dan masyarakat Dogobak yang sudah membantu proses penyelidikan sehingga penyerahan pelaku dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Ia menjelaskan kejadian pembunuhan yang dilakukan tersangka sendiri terjadi pada 10 Juli 2017. Kejadian dipicu soal rumah sosial, yang mana pelaku berebut dengan korban yang merupakan seorang tukang yang mengerjakan rumah sosial.

Akibatnya, pelaku membacok korban hingga melukai kepala dan lengan korban. Korban sempat melarikan diri, namun kembali dihantam dengan parang hingga akhirnya meninggal. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati ancam tutup sementara semua penerbangan kargo ke Wamena

Selanjutnya

Puluhan guru kembali tanyakan hak mereka ke dinas pendidikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe