Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. ORI Papua terima pengaduan 6 sekolah lakukan pungli
  • Selasa, 25 Juli 2017 — 18:21
  • 1247x views

ORI Papua terima pengaduan 6 sekolah lakukan pungli

Tujuan ORI membuka posko yang dibuka hingga Agustus nanti, kata Sabar, agar calon siswa baru atau orangtua siswa dapat mengadukan dan melaporkan jika ada sekolah yang memungut biaya bagi calon siswa.   
Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Papua Sabar Olif Iwanggin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di Jayapura, Senin (24/7/2017) – Jubi/ Agus Pabika.
Agus Pabika
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Jayapura, Jubi – Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Papua telah menerima pengaduan dari orangtua siswa, terhadap enam sekolah di Kota Jayapura yang melakukan pungli.

Kepala Perwakilan ORI Papua Sabar Olif Iwanggin mengatakan, pengaduan tersebut diterima sejak ORI membuka posko pengaduan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

“Ada yang langsung datang ke posko, ada juga yang mengadukan lewat online di website ORI,” kata Sabar kepada wartawan di ruang kerjanya di Jayapura, Senin (24/7/2017).

Tujuan ORI membuka posko yang dibuka hingga Agustus nanti, kata Sabar, agar calon siswa baru atau orangtua siswa dapat mengadukan dan melaporkan jika ada sekolah yang memungut biaya bagi calon siswa.   

“Kami harap sekolah yang melakukan pungli agar menaati kebijakan yang dilakukan Wali Kota Jayapura yang sudah mengumumkan lewat media sosial dan secara langsung di beberapa sekolah yang dikunjungi agar tidak ada pungli,” ujarnya.

Sabar berharap pengelola sekolah menaati kebijakan tersebut. Sebab sekolah negeri sudah memiliki anggaran dari pemerintah, baik melalui BOS (Bantuan Operasional Sekolah) maupun sumber lainnya.

Sabar mengatakan, akan menyurati Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura untuk membicarakan pengaduan tersebut.

Menurutnya pihak sekolah tidak boleh memungut iuran kepada orangtua atau calon siswa dengan alasan pungutan tersebut hasil pertemuan orangtua dengan Komite Sekolah.

“Tidak hanya negeri, sekolah swasta juga diingatkan agar tidak melakukan pungli kepada siswa baru, meski swasta dibiayai yayasan namun ada juga dibantu pemda untuk biaya dan tenaga pengajar, jadi kalau terjadi pungutan hingga jutaan rupiah bisa melapor kepada kami,” tegasnya.

Orangtua murid yang enggan disebut namanya mengaku, saat mendaftarkan anaknya di salah satu sekolah ia diminta membayar uang administrasi dan kebutuhan anak selama belajar nanti. (*)

loading...

Sebelumnya

STT Walter Post Jayapura gelar acara "Dari Pos 7 ke Dunia" 

Selanjutnya

Ribuan guru sekolah YPK belum miliki sertifikasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe