Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. GKI Klasis Sentani bahas program kerja
  • Rabu, 26 Juli 2017 — 23:56
  • 534x views

GKI Klasis Sentani bahas program kerja

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu mengatakan, sidang yang berlangsung dua hari ini harus merumuskan program-program pelayanan yang dapat menjawab persoalan masyarakat dan jemaat.
Suasana ibadah pembukaan sidang ke-18 GKI Klasis Sentani, Rabu, 26 Juli 2017 – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Sentani, Jubi – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Sentani menggelar sidang ke-18 tahun 2017, Rabu (26/7/2017) sampai Kamis (27/7/2017) di GKI Yahim, Sentani.  

Sidang jemaat yang diikuti 375 utusan jemaat ini membahas sejumlah program kerja Gereja GKI lima tahun ke depan.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu mengatakan, sidang yang berlangsung dua hari ini harus merumuskan program-program pelayanan yang dapat menjawab persoalan masyarakat dan jemaat.

“Artinya bahwa ini kita sedang diperhadapkan dengan persoalan sosial, seperti miras, narkoba, dan persoalan sosial lain yang terus menghantui jemaat,” katanya.

Menurut dia, apa yang akan dikerjakan lima tahun nanti harus mengarah kepada karakter umat dan jemaat, sehingga mereka tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang bertentangan dengan gereja.

“Dalam posisi ini, kita sangat berharap agar dukungan semua pihak, dalam hal ini pihak adat, pemerintah dan gereja harus sejalan,” katanya.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan sidang ini tidak hanya untuk kalangan GKI, tetapi juga menentukan masa depan masyarakat di Sentani dan sekitarnya, sebab mayoritas jemaatnya adalah penduduk sekitar kawasan Sentani. Oleh karena itu, keputusan-keputusan dalam sidang harus berbobot dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Proses untuk menuju kepada sidang kali ini, panitia telah mempersiapkan segala sesuatu sejak tiga tahun lalu. Berarti hasil sidang ini harus benar-benar berbobot dan dapat berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Sidang klasis ini menelan biaya Rp 1,159 miliar lebih dengan sumber sumbangan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Pemerintah Kampung Yahim, tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga GKI dan kelompok gereja, serta usaha panitia. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Dulu buang jaring dapat ikan, kini hanya sampah

Selanjutnya

DPRD Jayapura bahas PP Nomor 18

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe