Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Tiga proyek Diskomhub Kaimana tahap pelelangan
  • Kamis, 27 Juli 2017 — 00:32
  • 1262x views

Tiga proyek Diskomhub Kaimana tahap pelelangan

Kepala Diskomhub Kaimana, Mohamad Nasir Aituaraw kepada Jubi, Selasa (26/7/2017) mengatakan, tiga proyek ini menelan anggaran hampir Rp 7 miliar. Satu di antaranya sudah ada pemenang tender.
Salah satu pelabuhan laut di Kaimana yang masih dalam tahap pembangunan – Jubi/Jacob Owen
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Kaimana, Jubi – Tiga proyek Dinas Komunikasi dan Perhubungan (Diskomhub) Kabupaten Kaimana, Papua Barat masuk pada tahap pelelangan.

Proyek dengan anggaran miliaran rupiah ini adalah paket pembangunan jembatan Tugarni, proyek lanjutan pembangunan jembatan di Kampung Bayeda dan pembangunan Dermaga Kampung Weripi. Dua proyek di Distrik Teluk Arguni dan satu lainnya di Distrik Teluk Etna.

Kepala Diskomhub Kaimana, Mohamad Nasir Aituaraw kepada Jubi, Selasa (26/7/2017) mengatakan, tiga proyek ini menelan anggaran hampir Rp 7 miliar. Satu di antaranya sudah ada pemenang tender.

“Proyek yang besar cuma itu dan itu semua sudah masuk tahap pelelangan. Lelangnya sudah secara online sehingga ada yang sudah ada pemenangnya itu dari luar juga. Tinggal kapan eksen di lapangan, itu yang lanjutan di Kampung Bayeda. Di Tugarn itu Rp 1,3 miliar,” katanya.

Ia melanjutkan, proyek jembatan di Kampung Weripi, Distrik Teluk Etna juga dilelang secara online. Namun ia enggan berkomentar ketika ditanya panjang dan lebar jembatan tersebut.

“Di Weripi itu akan jadi dermaga yang sama seperti dermaga di Kampung Lobo, dan itu juga sudah secara online kami umumkan, tetapi untuk yang menang lelang saya masih belum terima informasi dari staf,” kata Monas, panggilan dia.

Kepala Dinas PU Kabupaten Kaimana, Ir. Nicolas E. Kuahaty mengatakan, pelelangan secara elektronik berdampak buruk bagi pertumbuhan perekonomian di daerah. Hal itu juga dinilainya mematikan pengusaha asli Papua meskipun ada kebijakan khusus berdasarkan Pepres Nomor 84 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Khusus untuk Papua dan Papua Barat.

“Okelah ini aturan dan juga kebijakan dari Pepres 84, dan itu nilainya berapa? Apakah cukup untuk semua kontraktor Papua,” katanya.

Ia juga mempertanyakan sistem pelelangan online, yang terbuka untuk umum dan dimenangkan oleh kontraktor bukan dari Kaimana.

“Apakah akan berdampak bagi pembangunan ekonomi? Inikan mematikan bagi kontraktor anak Papua,” katanya. (Jacob Owen)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Wantannas gali sejarah di Kaimana

Selanjutnya

Persiapan panitia Pesparawi capai 75 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe