Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pemprov diminta buka jalur perdagangan ke PNG
  • Kamis, 27 Juli 2017 — 05:22
  • 1566x views

Pemprov diminta buka jalur perdagangan ke PNG

"Selama ini bahan pokok masyarakat PNG didatangkan dari Australia. Mereka mencoba datangkan barang dari Tiongkok, namun menurut pernyataan Perdana Menteri PNG mereka lebih suka barang dari Indonesia karena kualitasnya lebih bagus," kata dia.
Supermarket di Vanimo, Papua Nugini - IST
ANTARA
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua untuk membuka jalur perdagangan ke Papua Nugini (PNG) dan melakukan kerja sama perdagangan dengan pemerintah setempat.

"Pemerintah daerah harus membuka pintu perdagangan dengan PNG lewat laut maupun darat. Sebenarnya PNG itu peluang pasar yang cukup besar, mengingat di negara tetangga itu belum ada perusahaan industri," ujar Ketua Kadin Papua Adolf Asmuruf, di Jayapura, Rabu (26/7/2017).

Pihaknya bersama asosiasi serupa di PNG telah membuat kesepahaman (MoU) di bidang perdagangan namun belum berjalan, karena mereka memandang produk dari Indonesia masih lebih bagus dari barang yang berasal dari Tiongkok dan lebih murah dibanding Australia.

"Selama ini bahan pokok masyarakat PNG didatangkan dari Australia. Mereka mencoba datangkan barang dari Tiongkok, namun menurut pernyataan Perdana Menteri PNG mereka lebih suka barang dari Indonesia karena kualitasnya lebih bagus," kata dia.

Hanya saja, menurutnya, rute perdagangan tersebut belum bisa direalisasikan karena dbutuhkan perjanjian antarpemerintah.

Meski produk yang diinginkan PNG belum diproduksi di Papua, namun hal tersebut bukan menjadi penghalang karena letak geografis Papua dengan PNG yang bersebelahan.

Adolf menilai selama ini Pemprov Papua kurang memberi perhatian kepada pengusaha di bidang perdagangan yang justru dianggap bisa menjadi pendorong maju perekonomian daerah.

"Di daerah lain pemda dan Kadin itu selalu sejalan, tetapi kita di Papua belum. Ini yang sekarang dituntut agar bagaimana ekonomi daerah maju, pemda dan Kadin harus bersinergi," kata dia pula. (*)

loading...

Sebelumnya

Laundry Chantika di Waghete langganan pejabat di akhir pekan

Selanjutnya

KAPP : Lukas Enembe telah membuka peluang OAP jadi tuan di atas tanahnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe