Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. KOMNAS HAM ajak keluarga korban Paniai kerja sama
  • Selasa, 11 Oktober 2016 — 05:55
  • 1101x views

KOMNAS HAM ajak keluarga korban Paniai kerja sama

KOMNAS HAM berharap kesalahan tidak ditimpakan kepada pihaknya ketika dikonfirmasi terkait ketidakpercayaan keluarga korban terhadap proses penyelidikan kasus tersebut oleh berbagai pihak tanpa hasil berarti.
Kantor Komnas HAM RI di Jakarta - Dok. Jubi
Abeth You
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – KOMNAS HAM meminta kerjasama keluarga korban dan pihak-pihak yang peduli penyelesaian kasus Paniai agar bekerjasama untuk pembongkaran makam korban guna kepentingan penyelidikan.

“Kami minta kepada tokoh-tokoh HAM Papua, tokoh adat, untuk membantu melakukan pendekatan pada keluarga, karena kalau tidak kita tidak bisa dapat apa-apa,” ujarnya Imdadun Rahmat yang dikonfirmasi Jubi Kamis (6/10/2016) lalu.

Menurut dia, kendala utama pihaknya meneruskan penyelidikan adalah keluarga korban yang tidak kooperatif.

“Kendalanya ada di keluarga korban yang menolak untuk dibongkar makamnya agar kami lakukan otopsi, tanpa otopsi kita tidak bisa membongkar siapa pelaku dari penembakan itu, karena buktinya ada di situ,” ujar Imdadun melalui sambungan telpon.

Lanjutnya, yang belum ada saat ini adalah laporan penyelidikan pelanggaran HAM berat berdasarkan UU 26/2000. “Untuk pemantauan biasa oleh Komnas kan laporannya sudah ada. Yang belum ada itu laporan pelanggaran HAM beratnya, nah laporan itu tidak mungkin bisa didapat kalau tidak ada pembongkaran kuburan,” ujarnya lagi.

KOMNAS HAM berharap kesalahan tidak ditimpakan kepada pihaknya  ketika dikonfirmasi terkait ketidakpercayaan keluarga korban terhadap proses penyelidikan kasus tersebut oleh berbagai pihak tanpa hasil berarti.

Imdadun menegaskan jika penolakan ini berlarut-larut pihaknya bisa menghentikan penyelidikan. “Jadi tahun ini KOMNAS HAM sudah mau berakhir, Kalau tidak segera ada ijin dari pihak korban kita akan menghentikan penyelidikan.”

Terpisah, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR. Gobay, mengatakan selain menuntut penegakan hukum, pihaknya juga mendesak segera umumkan hasil penyelidikan yang dilakukan berbagai institusi yang pernah turun ke tempat kejadian.

“Indonesia tidak akan runtuh kalau umumkan hasil investigai itu, justru merupakan kemajuan dari penegakan hukum itu sendiri. Mengapa terlalu lalu menahan hasil itu? Kami sedang menanti,” kata John NR. Gobai yang selama ini terlibat dalam pendampingan kasus Paniai itu.

Berdasarkan rilisnya, KOMNAS HAM pada tanggal 19 September 2016, telah mengirimkan surat permintaan untuk menyampaikan hasil penyelidikan peristwa kekerasan di Kabupaten Paniai bernomor 107A/TUA/IX/2016 untuk Kapolri, dan surat bernomor 107B/TUA/IX/2016 untuk Panglima TNI, yang ditandatangani Ketua Komnas HAM, M. Imdadun Rahmat.

Menurut M. Imdadun Rahmat dalam rilisnya, pihaknya telah menerima pernyataan sikap dari tokoh masyarakat, korban dan keluarga korban peristiwa kekerasan di Kabupaten Paniai 7-8 Desember 2014.

Mereka meminta kepada seluruh lembaga atau institusi yang telah melakukan investigasi terkait peristiwa kekerasan tersebut agar menyampaikan hasil dan kesimpulannya kepada publik, khususnya kepada masyarakat dan keluarga korban.

Oleh karena itu, Komnas HAM meminta kepada TNI dan Polri untuk dapat menyampaikan hasil investigasi yang telah mereka lakukan terkait peristiwa tersebut.(*)

loading...

Sebelumnya

Rockin for West Papua diluncurkan di beberapa negara

Selanjutnya

Band asal Papua meriahkan festival musik terbesar Vanuatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9634x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6387x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6026x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4620x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe