Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Poso pelajari pemberantasan Demam Keong ke Tiongkok
  • Kamis, 27 Juli 2017 — 19:57
  • 1184x views

Poso pelajari pemberantasan Demam Keong ke Tiongkok

Kunjungan itu, penting karena Kabupaten Poso merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menjadi tempat perkembangbiakan keong schisto, yakni di dataran Lore (Napu), Kabupaten Poso dan sebagian lagi di dataran Lindu, Kabupaten Sigi.
Ilustrasi. Jubi/Natural Review
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Poso, Jubi - Bupati Poso Darmin Sigilipu akan memenuhi undangan Orgasasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengunjungi Tiongkok selama sepekan, mulai Sabtu (29/7) untuk mempelajari cara memberantas penyakit demam keong atau schistosomiasis.

Bupati akan didampingi sejumlah kepala dinas yang terkait erat dengan masalah schistosomiasis, yakni Kadis Kesehatan, Pertanian, PU dan Ketua Bappeda.

Kunjungan itu, penting karena Kabupaten Poso merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menjadi tempat perkembangbiakan keong schisto, yakni di dataran Lore (Napu), Kabupaten Poso dan sebagian lagi di dataran Lindu, Kabupaten Sigi.

Kepala Dinas Kesehatan Poso dr. Taufan Karwur mengatakan berdasarkan data WHO, Tiongkok merupakan negara yang berhasil memberantas penyakit schisto.

Di Indonesia, hanya dua kabupaten yang diudang karena terdapat penyakit schisto, yakni Kabupaten Poso dan Sigi, keduanya di Sulteng.

Penyakit shistosomiasis dikenal sebagai bilharziasis atau demam siput atau demam katayama yang disebabkan oleh cacing parasit jenis schistosoma yang menyerang hati.

Schistosoma japonicum di Indonesia sering disebut cacing schisto termasuk endemik dan hanya bisa ditemukan di dataran tinggi Lindu dan Napu.

Cacing schistoma hidup dan berkembang biak di air tawar yang tidak mengalir dan tidak terkena sinar matahari. Cacing ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui lubang kulit (pori-pori) dan berkembang biak di hati hingga selama 5 s.d. 10 tahun.

Manusia yang terkena penyakit itu akan mengalami gagal ginjal dan gangguan hati, perut membengkak dan berakhir dengan kematian.

Warga Napu mengenal penyakit itu dengan sebutan penyakit keong. Sebab cacing schistoma hidup di dalam rumah keong kosong dan hidup pada umumnya di rawa-rawa yang sejuk.(*)

 

 

loading...

#

Sebelumnya

Di Palu, ada beras diduga dicampur plastik

Selanjutnya

Enam negara bahas penanggulangan terorisme di Manado

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe