Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Dana Desa Kampung Ifimahat Rp1,8 miliar belum dicairkan
  • Kamis, 27 Juli 2017 — 21:56
  • 1117x views

Dana Desa Kampung Ifimahat Rp1,8 miliar belum dicairkan

“Menurutnya, pencairan dana tahun ini, belum dapat dilakukan. Itu karena pertanggungjawaban anggaran tahun kemarin, masih diselesaikan.Memang aturannya seperti demikian,” ujar Gervasius kepada Jubi Rabu (27/7/2017).
Kepala Kampung Ifimahat, Gervasius Mahuze saat bersama warga setempat – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Kepala Kampung Ifimahat, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Gervasius Mahuze mengaku, dana desa senilai Rp1,8 miliar untuk tahun 2017, belum dicairkan. Karena hingga kini masih menyusun laporan pertanggungjawaban anggaran 2016.

“Menurutnya, pencairan dana tahun ini, belum dapat dilakukan. Itu karena pertanggungjawaban anggaran tahun kemarin, masih diselesaikan.Memang aturannya seperti demikian,” ujar Gervasius kepada Jubi Rabu (27/7/2017).

Dia berjanji, dalam waktu dekat, laporan pertanggungjawaban sudah dirampungkan sekaligus diserahkan kepada pemerintah, agar pencairan dana segera direalisasikan.

Lebih lanjut dikatakan, sejak tahun 2015 silam, pihaknya telah mendorong masyarakat setempat yang berjumlah 126 kepala keluarga membuka lahan seperempat hektare untuk tanam padi. “Itu wajib dilakukan setiap kepala keluarga,” katanya.

“Pernah tahun lalu pemerintah kampung memberikan uang kepada warga membuka lahan, namun disalahgunakan. Sehingga saya mengambil langkah dengan meminta bantuan perusahaan membuka lahan menggunakan traktor. Selanjutnya masyarakat menanam sendiri bibit padi yang disiapkan,” tuturnya.

Gervasius mengatakan pendamping dari provinsi yang melakukan pendampingan serta memberikan motivasi kepada masyarakat tentang cara menanam padi.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke, Ignasius Ndiken yang dimintai komentarnya meminta agar dana yang diberikan pemerintah, harus digunakan tepat sasaran.

“Artinya, pemerintah kampung perlu transparan menyampaikan kepada masyarakat jumlah dana serta pemanfaatannya. Sehingga tak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pintanya. (*)

Sebelumnya

DPRD Merauke kecewa tak dilibatkan bahas investasi kelapa sawit

Selanjutnya

Setiap KK diwajibkan tanam 50 pohon pisang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe