Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Pemprov PB bantu rumah 350 KK di Kaimana
  • Jumat, 28 Juli 2017 — 09:26
  • 1298x views

Pemprov PB bantu rumah 350 KK di Kaimana

Bupati Mathias dalam arahannya mengatakan, warga yang menerima bantuan tersebut adalah mereka yang sedang membangun rumah, tetapi belum diselesaikan karena kekurangan dana.
Warga Kabupaten Kaimana yang menerima bantuan swadaya perumahan ketika mendengarkan arahan Bupati Mathias Marima, Kamis (27/7/2017) – Jubi/Jacob Owen
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Kaimana, Jubi – Dinas Pertanahan, Perumahan dan Pemukiman Provinsi Papua Barat memberikan bantuan rumah swadaya kepada 350 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Kaimana.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kaimana, Matias Marima, Kamis (27/7/2017) kepada Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Pemukimam Kaimana, Fredy Saluchu untuk dibagikan kepada penerima.

Ada pun bantuan tersebut adalah Kampung Tanggaromi 50 unit, Kampung Coa 100 unit, Kampung Trikora 50 unit, Kelurahan Krooy 50 unit, dan Kelurahan Kaimana Kota 100 unit.

Bupati Mathias dalam arahannya mengatakan, warga yang menerima bantuan tersebut adalah mereka yang sedang membangun rumah, tetapi belum diselesaikan karena kekurangan dana.

“Mereka ini sudah didata oleh unit pelaksana,” katanya.

Menurut dia bantuan tersebut masih tahap awal. Oleh karena itu, penerima harus memanfaatkannya dengan baik, sebab ini akan menjadi dasar bagi pemerintah, apakah akan terus mengalokasikan anggarannya untuk bantuan perumahan di Kaimana atau tidak.

“Saya sebagai bupati berharap agar dana yang mungkin sangat kecil ini bisa digunakan untuk menyelesaikan rumah yang masih belum selesai,” katanya.

Ia mengakui bantuan sosial lain di daerah yang dipimpinnya selama ini belum optimal. Dana yang diberikan tak digunakan sebagaimana mestinya oleh penerima.

“Oleh karena itu, saat ini pemerintah sudah mulai menertibkan itu, sehingga bantuan seperti perumahan, pasti hanya diserahkan materialnya saja. Hal ini perlu diperhatikan baik oleh para pengawas supaya bantuan ini tepat guna,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bantuan seperti BBNL (Bantuan Bahan Bangunan Non Lokal) sering dijual lagi oleh para penerima. Demikian pun bantuan modal usaha. Modal tersebut tidak digunakan untuk membuka usaha, tetapi digunakan untuk membeli kebutuhan mereka.

“Oleh karena itu, pengawasan ini harus jalan baik, karena masyarakat kita ini kan kita sudah tahu mentalnya. Jadi, kalau tidak diawasi dalam waktu agak lama, maka bisa jadi material yang sudah diterimanya akan dijual kembali,” katanya.

Ia pun mengingatkan Dinas Pertanahan, Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Kaimana untuk melakukan pengawasan.

Salah satu penerima bantuan, Mega mengatakan, bantuan yang diterima sebesar Rp 15 juta itu sangat kecil. Mereka justru kesulitan ketika menyewa tukang bangunannya sehingga harus dicari lagi.

Oleh karena itu, Pemkab Kaimana diminta agar mengimbangi jumlah tersebut dengan memberikan tambahan bantuan dengan mengalokasikan sebagian dana APBD Perubahan 2017.

Sementara itu, BPD Bank Papua memberikan waktu seminggu kepada penerima untuk mengisi dan menyerahkan formulir yang sudah diserahkan. Hal ini dimaksudkan agar dana tahap awal sebesar Rp 7,5 juta segera dicairkan. (Jacob Owen)

loading...

Sebelumnya

Persiapan panitia Pesparawi capai 75 persen

Selanjutnya

Ini alasan mengapa pengawasan pendidikan di Sorong tidak maksimal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe