Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Enam negara bahas penanggulangan terorisme di Manado
  • Jumat, 28 Juli 2017 — 16:04
  • 1815x views

Enam negara bahas penanggulangan terorisme di Manado

Sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi tentang kesiapan pelaksanaan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT).
Ilustrasi. Jubi/Elshinta
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Manado, Jubi – Sebanyak enam negara yakni Selandia Baru, Australia, Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia, akan membahas penanggulangan terorisme di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Besok (Sabtu, 29/7) enam negara membahas masalah terorisme di Manado," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di Manado, Jumat.

Wiranto mengatakan sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi tentang kesiapan pelaksanaan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT).

Dalam acara ini, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi yang membicarakan masalah melawan terorisme di kawasan Asia Tenggara.

Dia mengatakan, materi dalam pertemuan tersebut difokuskan pada bagaimana mempelajari anatomi, kondisi, situasi yang terjadi di Filipina Selatan untuk bersama-sama menanggulanginya.

Ia menegaskan bahwa semua negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak mau wilayahnya dijadikan sebagai basis baru dari ISIS.

Dan pada Jumat (28/7/2017) sementara dilakukan meeting dengan New Zealand.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekitar 45 orang dari 150 asisten rumah tangga asal Indonesia di Hong Kong dilaporkan terlibat gerakan terorisme,termasuk menikah dengan militan ISIS melalui internet.

Fakta ini terkuak dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Institut Analisis Kebijakan Konflik (IPAC).(*)


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Poso pelajari pemberantasan Demam Keong ke Tiongkok

Selanjutnya

Agustus jadi bulan nasionalisme di Sulteng

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6062x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5690x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3739x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe