Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Tak sesuai fakta persidangan, putusan terhadap Obby Kogoya dinilai rasis
  • Jumat, 28 Juli 2017 — 18:08
  • 3607x views

Tak sesuai fakta persidangan, putusan terhadap Obby Kogoya dinilai rasis

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menilai putusan tersebut tidak berdasarkan pada fakta persidangan karena semua alat bukti memberatkan yang diajukan JPU tidak terbukti. 
Solidaritas mendukung pembebasan Obby dan menolak kriminalisasi Obby Kogoya yang turut hadir pada sidang putusan Obby (27/7) - facebook
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Obby Kogoya (22) dijatuhi vonis bersalah melanggar pasal 212 KUHP dengan 4 bulan kurungan dan 1 Tahun percobaan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menilai putusan tersebut tidak berdasarkan pada fakta persidangan karena semua alat bukti memberatkan yang diajukan JPU tidak terbukti. 

"Malahan melalui alat bukti yang dihadirkan penasehat hukum justru menyebutkan bahwa Obby kogoya tidak melakukan perlawanan terhadap petugas dengan kekerasan," demikian keterangan Yogi Zul Fadhli salah seorang tim pengacara dari LBH Yogyakarta yang selama ini mendampingi Obby Kogoya dalam pernyataan persnya yang diterima redaksi Jum'at (28/7/2017).

Yang menjadi pijakan hakim pada sidang putusan yang digelar Kamis, (27/7) di Pengadilan Negeri Yogyakarta itu, menurut Yogi, ada pada fakta tarik menarik kunci (saat aparat melakukan sweeping kendaraan), usaha Obby Kogoya  menghindar pengeroyokan aparat, serta tindakannya mengangkat bata yang dinilai sebagai mengancam.  

Baca Jaksa tuntut Obby Kogoya 6 bulan penjara, 1 tahun percobaan

"Tetapi dengan itu pun hakim tampak ragu dalam menyebutkan Obby Kogoya melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas," ujarnya.

Majelis hakim diketuai oleh Wiwik Wisnuningdyah didampingi oleh Bambang Sunanto dan Hapsoro Restu Widodo selaku anggota. 

LBH menilai putusan ini bisa jadi yurisprudensi bagi aparatur dalam penegakan hukum yang tidak berpihak pada hak asasi manusia ke depan.

Obby ditangkap pada peristiwa pengepungan asrama mahasiswa Papua Kamasan. Ia juga mengalami penyiksaan termasuk aksi rasisme oleh sekelompok ormas terhadap mahasiswa Papua pada 15 Juli 2016.

Baca Korban Jadi Tersangka, Obby Kogoya Praperadilankan Kepolisian DIY

Dari fakta peristiwa 15 Juli 2016 menurut LBH sudah menunjukan adanya peristiwa hukum yaitu: pembungkaman ruang demokrasi, penyiksaan, aksi rasisme dan kriminalisasi terhadap Obby Kogoya.

Proses kriminalisasi terhadap Obby menelan waktu yang cukup lama, kurang lebih setahun. Kekurangan barang bukti sempat menunda proses persidangan cukup lama.

Baca Tidak ada bukti, LBH Yogyakarta minta cabut status tersangka Obby Kogoya

Aparat keamanan berlebihan 

LBH juga menyesalkan sikap kepolisian yang terus mengarahkan pasukannya menggunakan satu buah truk serta beberapa motor trail yang selalu hadir saat persidangan, sejak agenda pembacaan dakwaan hingga sidang agenda putusan. Sikap polisi ini menimbulkan tanda tanya tersendiri terkait, apa tujuan dan siapa yang diamankan, serta diamankan karena apa.

Baca Korban jadi tersangka, Obby Kogoya disidangkan perdana

Sementara Obby Kogoya, mahasiswa Ilmu Keperawatan Semester VIII yang sedang menyusun skripsi tersebut sama sekali jauh dari kesan berbahaya. Obby dengan sabar terus mengikuti sidang di sela-sela kewajiban kuliahnya di Universitas Respati Yogyakarta.

Baca Obby Kogoya: “Dukung saya dalam doa agar keadilan sesuai kehendak Tuhan”

Pada sidang praperadilan kasus Obby terhadap Kepolisian Daerah DIY, 30 Agustus 2016 aparat bersenjata bahkan masuk dalam ruangan dan sempat berdiri di belakang hakim. Sementara itu aparat pelaku penyiksaan Obby justru masih berkeliaran bebas.

Baca Aparat Bersenjata Di Sidang Putusan Praperadilan Obby Kogoya

"Karena itu kami mendesak agar Polda DIY dan Kejati DIY segera tangkap dan proses oknum polisi pelaku penyiksa Obby Kogoya pada 15 Juli 2016 yang perkaranya sudah dilaporkan ke Polda DIY," tegas Yogi.

Naik banding

LBH Yogyakarta sangat kecewa dan menyayangkan putusan terhadap Obby Kogoya yang tidak berpijak pada fakta persidangan secara menyeluruh. LBH juga mengutuk tindakan diskriminasi ras dan etnik dalam penegakkan hukum terhadap Obby Kogoya dan mahasiswa Papua, secara umum di Yogyakarta.

Sebelum sidang putusan, Emanuel Gobay, anggota tim pengacara Obby Kogoya lainnya dari LBH Yogyakarta sempat berujar bahwa hasil sidang putusan akan menunjukkan kualitas penegakan hukum dan demokrasi di Yogyakarta.

Saat dikonfirmasi Jubi Jum'at (28/7) terkait tindakan hukum selanjutnya yang akan ditempuh LBH Yogyakarta, Emanuel dengan tegas menjawab akan menyatakan banding.

"Kami akan banding. Kemarin dikasih waktu 7 hari, dalam masa itu kita akan diskusikan dengan Obby dan selanjutnya menyatakan sikap untuk banding dalam 6 hari kedepan, semua tergantung kehendak Obby," ujarnya.

Menurut Emanuel banding diajukan sebagai bagian dari perlindungan terhadap HAM dan demokrasi serta perlawan terhadap petugas polisi yang melakukan diskriminasi dan penyiksaan dalam menjalankan tugasnya.

"Banding juga bagian dari perlindungan terhadap martabat Obby yg pada kenyataan tidak pernah lakukan perlawanan terhadap petugas. Sementara pelaku penyiksaan terhadap Obby tidak diproses. Ini kan aneh dalam konteks negara hukum yang memiliki tanggungjawab konstitusional untuk melindungi HAM," tegasnya.

Obby Kogoya, kepada Jubi sesaat setelah sidang putusan pada Kamis (22/7), mengatakan sangat kecewa dengan vonis hakim tersebut.

"Putusan dari hakim tadi pagi itu tidak sesuai dengan keterangan saksi-saksi dari pihak saya," kata dia sambil tetap tak lupa mengucap syukur atas usaha yang sudah dilakukan. "Tetapi atas semua apa yang terjadi saya mengucap syukur saja," ujarnya.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Contohlah Gus Dur dalam mensikapi persoalan Papua

Selanjutnya

Grasi untuk Uwamang, ujian untuk Jokowi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe