Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Festival film Papua jadi tolak ukur pergerakan perfilman
  • Jumat, 28 Juli 2017 — 19:02
  • 2441x views

Festival film Papua jadi tolak ukur pergerakan perfilman

Kini panitia telah menerima 27 karya dokumenter dari beberapa kabupaten/kota di Provinsi Papua serta Papua Barat. Seperti Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, Keerom, Biak, Wamena, Sorong, Raja Ampat, Nabire serta Timika.
Gedung Vertente Sai Merauke yang akan digunakan untuk festival film Papua – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Festival Film Papua akan diselenggarakan di Kabupaten Merauke sejak 7 hingga 9 Agustus 2017 di Aula Verten Sae-Merauke.

Kini panitia telah menerima 27 karya dokumenter dari beberapa kabupaten/kota di Provinsi Papua serta Papua Barat. Seperti Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, Keerom, Biak, Wamena, Sorong, Raja Ampat, Nabire serta Timika.

Cerita-cerita yang disampaikan melalui film, sangat beragam mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, politik, keamanan, perempuan serta budaya alam dan sejarah.

Demikian disampaikan Koordinator Umum Festival Film Papua, Urbanus Kiaf dalam rilis yang diterima Jubi Jumat (28/7/2017). Saat ini, katanya, film-film yang memenuhi syarat kompetisi, sedang dalam penilaian dewan juri di antaranya, Alia Damaihati, Maria Kaize, Wens Fatubun serta Yerri Barang.

Banyaknya film yang masuk ditambah beberapa kendala teknis pengiriman film dari peserta, membuat pengunguman 10 film terbaik yang semula direncanakan pada 24 Juli 2017, diundur sampai 30 Juli 2017.

Dikatakan, festival Film Papua, akan menjadi tolak ukur pergerakan perfilman di Papua, terutama dokumenter. Juga memicu semangat para film-maker muda Papua agar terus berkarya serta menggerakkan nonton film dokumenter di kalangan masyarakat adat.

“Tujuannya agar dapat membangun kesadaran kritis masyarakat adat terhadap beragam fenomena masa lalu dan masa kini yang terjadi sebagai proses dialektika,” ujarnya.

Koordinator acara, Elisabeth menambahkan, festival dimaksud bertujuan memperkenalkan Papua melalui film dokumenter kepada masyarakat luas baik di Papua, nasional hingga internasional.

“Dengan demikian ada perspektif baru yang menempatkan Papua sebagai subjek dalam melihat serta menentukan masa depannya sendiri serta berkontribusi mengakhiri ketidakadilan di tanah Papua,” katanya.

Tema yang diusung dalam festival ini yakni Bomi Zai Anim Ha- Rumah Bersama Manusia Sejati yang menghidupi identitas dan ingatan kolektif masyarakat adat Papua yang berhubungan erat dengan alam serta membangun Bomi Zai Tanah Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Setiap KK diwajibkan tanam 50 pohon pisang

Selanjutnya

Hilarius : saya siap kembalikan mobil dinas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe