Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Media massa harus ciptakan pilkada aman dan damai
  • Sabtu, 29 Juli 2017 — 03:50
  • 2808x views

Media massa harus ciptakan pilkada aman dan damai

“Peranan media sangat penting. Jadi, media adalah salah satu pilar demokrasi, berkepentingan untuk menciptakan pilkada yang aman dan damai, tapi juga menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. Oleh karena itu, media harus mendorong pilkada berlangsung dengan lancar,” katanya.
Anggota Dewan Pers yang juga salah satu penguji pada uji kompetensi wartawan yang digelar PWI Papua ketika memberikan sambutannya, Jumat (28/7/2017) – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi Pendidikan Dewan Pers dari unsur wartawan, Hendry Chaeruddin Bangun meminta media-media massa agar menciptakan pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak yang aman dan damai melalui pemberitaannya.

Hal ini dikatakan Hendry saat ditemui wartawan di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (28/7/2017).

“Peranan media sangat penting. Jadi, media adalah salah satu pilar demokrasi, berkepentingan untuk menciptakan pilkada yang aman dan damai, tapi juga menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. Oleh karena itu, media harus mendorong pilkada berlangsung dengan lancar,” katanya.

Menurut dia media memainkan perannya untuk mengedukasi masyarakat terkait pilkada tahun depan.

“Saya sangat berharap supaya media juga mendorong untuk pemilih berparsipasi semaksimal mungkin. Kita mengedukasi bahwa pemilu adalah satu-satunya cara untuk mengganti pemimpin,” katanya.

“Kalau kita anggap belum berhasil atau melanjutkan kepemimpinan, kalau kita anggap berhasil cara yang terbaik itu ya pemilu, memilih. Gunakanlah hak memilih sebaik mungkin,” lanjutnya.

Menurut dia, media juga berperan penting untuk memberitakan rekam jejak calon pemimpin (bupati, gubernur dan presiden) dan anggota legislatif.

“Biarkan rakyat yang menilai. Dengan demikian, fungsi media itu akan maksimal,” katanya.

Ia mengatakan, media juga harus mematuhi kode etik, tidak menjelek-jelekkan calon lain lantaran dibayar calon lainnya.

“Media harus transparan, mengutamakan kepentingan rakyat,” katanya.

Sementara itu anggota PWI Papua, Taufan Pamungkas tahun depan dilangsungkan pilkada serentak. Masyarakat dan pers juga harus turut menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Apa tugas kewartawanan kalau menghadapi pilkada, tidak cukup dengan netral saja. Edukasi kepada masyarakat itu yang penting,” katanya.

Soal tahapan pilkada ditentukan KPU yang harus diketahui masyarakat, menurutnya, wartawan seharusnya lebih sering mengedukasi daripada memberitakan kasus-kasusnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Wartawan diminta netral dalam pilkada

Selanjutnya

LSP, bangun Papua melalui pendidikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4595x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4391x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4008x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3514x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe