Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. CROP diminta efektif menggunakan sumberdaya negara Pasifik
  • Minggu, 30 Juli 2017 — 15:28
  • 771x views

CROP diminta efektif menggunakan sumberdaya negara Pasifik

"Strategi dan kemitraan kami harus menghasilkan kelanjutan penyediaan solusi untuk keuntungan masyarakat kami. Inovasi pasti akan mengarah pada penggunaan sumber daya dan keahlian agen CROP kami secara efisien. Saya mendorong untuk melihat koordinasi dan kolaborasi CROP yang lebih terfokus dan bersemangat,” jelas Hilda.
Peta Pasifik - IST
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Presiden Kepulauan Marshall Hilda Heine telah meminta koordinasi yang lebih baik antar CROP agencies (Council of Regional Organisations in the Pacific) yang adalah Dewan Organisasi Regional di Pasifik.
 
Berbicara pada konferensi ke-10 Komunitas Pasifik di Noumea, Presiden Heine mengatakan sementara perjuangan negara-negara anggota akan membatasi kapasitas dan sumber daya untuk menerapkan dan menanggapi isu-isu penting dan mendesak, artikulasi titik masuk yang relevan dan kolaborasi yang meningkat harus menjadi pendorong agen-agen CROP dalam memberikan dukungan kepada tujuan nasional dan regional.
 
"Strategi dan kemitraan kami harus menghasilkan kelanjutan penyediaan solusi untuk keuntungan masyarakat kami. Inovasi pasti akan mengarah pada penggunaan sumber daya dan keahlian agen CROP kami secara efisien. Saya mendorong untuk melihat koordinasi dan kolaborasi CROP yang lebih terfokus dan bersemangat,” jelas Hilda.
 
Dengan munculnya isu-isu yang mempengaruhi wilayah Pasifik, ia menegaskan Pasifik membutuhkan organisasi dan kemitraan yang berkomitmen untuk mempertahankan prinsip inti mereka namun pada saat yang sama fleksibel, adaptif dan praktis untuk menghadapi tantangan baru.

 
Contoh klasik dari kolaborasi erat adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara SPC (Komunitas Pasifik) dan SPREP minggu ini.
 
Direktur Jenderal SPC, Dr Colin Tukuitonga juga mengangkat isu tersebut dengan para pemimpin Pasifik.
 
"Saya hanya ingin berbagi dengan anda kekhawatiran yang saya miliki. Ada referensi berulang dari agen-agen CROP yang memperjuangkan sumber daya. 
Entah bagaimana gagasan agen-agen CROP yang bersaing dengan sumber daya terus berlanjut setiap saat. Saya sedikit marah tentang itu, tapi kami melakukan yang terbaik,” kata Tukuitonga.
 
Sementara itu, Presiden Heine mengatakan rata-rata pelaksanaan Agenda 2030 untuk Pasifik perlu dipahami bahwa tidak ada satu ukuran untuk semua solusi di wilayah Pasifik yang beragam.
 
"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa semakin kecil negara ini, tantangannya semakin beragam. Ini adalah jenis kemitraan inovatif yang kami cari: bermakna, terukur, asli, inklusif dan berdasar pada dialog terbuka dan kepercayaan,” ujarnya.

Prinsip-prinsip ini harus disematkan dalam usaha negara-negara Pasifik untuk menyelaraskan strategi implementasi untuk SDG dan tantangan yang muncul lainnya. Setiap anggota komunitas Pasifik memiliki peran untuk dimainkan dan diharapkan efektif dengan bergerak bersama dalam satu arah. 

Dia mengatakan bahwa mitra SPC perlu memahami dan benar-benar berpartisipasi dengan menyesuaikan bantuan dan dukungan mereka untuk mencapai hasil yang nyata.
 
"Sering kali, kami kecewa dengan perubahan kebijakan mereka, ketidakmampuan untuk mempertimbangkan permintaan dan tidak adanya komitmen untuk memastikan bahwa masyarakat kita aman dan aman dari kejadian global,” ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Merpati endemik di French Polynesia terancam punah

Selanjutnya

Gubernur Jenderal PNG minta O’Neill bentuk pemerintahan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe