Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Gubernur Jenderal PNG minta O’Neill bentuk pemerintahan
  • Senin, 31 Juli 2017 — 08:59
  • 967x views

Gubernur Jenderal PNG minta O’Neill bentuk pemerintahan

Disfungsi Somare dan Morauta menjadikan kabupaten dan provinsi diabaikan, dan layanan pemerintah berhenti, karena tidak ada komitmen terhadap pembangunan daerah.
Gubernur Jenderal Sir Robert Dadae (berdiri) saat memimpin sidang parlemen PNG - IST
Post Courier
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Pekan kemarin, Gubernur Jenderal Sir Robert Dadae diminta oleh Komisioner Pemilu Patilias Gamato untuk mengundang Partai Peoples National Congress agar membentuk Pemerintah berikutnya, karena merupakan partai dengan jumlah kursi terbanyak yang dimenangkan sejauh ini.

Permintaan tersebut diberikan saat 23 kursi belum diumumkan dimenangkan oleh siapa.

Sebagai tanggapan, Peter ONeill menerima undangan dari Gubernur Jenderal Sir Robert Dadae, untuk membentuk Pemerintah baru Papua Nugini (PNG).

"Stabilitas politik yang terus berlanjut dari kepemimpinan negara kita akan berlanjut, kita harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut, terus menciptakan lapangan kerja dan bekerja sama dengan setiap anggota untuk memperkuat masyarakat melalui program pedesaan kita yang sedang berlangsung,” kata ONeill.

Ia menambahkan, selama ini anggota pemerintah tahu bahwa ia telah membuktikan kemampuannya selama masa pemerintahan terakhir.

"Kami telah menyampaikan untuk negara kami, dan kami telah menyampaikan untuk Distrik dan Provinsi di sekitar negara kita. Saya akan selalu menjaga kebijakan pintu terbuka untuk semua anggota, di mana masing-masing perwakilan dapat membawa keprihatinan pemilih mereka secara langsung kepada saya dan kami bekerja sama,” jelas ONeill.

Ia menjanjikan tidak akan membiarkan pembangunan PNG kembali ke masa Pemerintahan Somare dan Morauta dimana mantan perdana menteri diisolasi oleh anggota parlemen. Disfungsi Somare dan Morauta menjadikan kabupaten dan provinsi diabaikan, dan layanan pemerintah berhenti, karena tidak ada komitmen terhadap pembangunan daerah.

"Kami telah mengubah ini dan kami telah membawa perubahan positif. Melalui kebijakan utama kami, dan devolusi kewenangan, didukung oleh Program Peningkatan Pelayanan di Kabupaten dan Provinsi, Anggota dapat berperan aktif dalam penyediaan layanan dan pembangunan infrastruktur," kata ONeill.

Perdana Menteri mengatakan bahwa Pemilu 2017 telah memberi rakyat kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka kepada pemerintah bahwa mereka ingin seorang pemimpin yang baik untuk lima tahun ke depan.

"Rakyat Papua Nugini telah memilih sejumlah besar kandidat dari Peoples National Congress dan mitra koalisi untuk memimpin bangsa kita,” lanjutnya.

Namun ONeill mengakui telah kehilangan beberapa anggota senior partai dan anggota baru telah terpilih dalam pemilu. Namun menurutnya, itulah sifat pemilihan, dan dan ia berterima kasih kepada anggota partai yang yang keluar dari peta politik PNG. Sebab ini juga merupakan pertanda bagi semua anggota partainya bahwa mereka harus bekerja keras di dalam pemilihan mereka jika mereka ingin dipilih kembali.

"Anggota Koalisi kami akan berkumpul di parlemen minggu depan di mana kami akan memberikan suara mayoritas kepada parlemen dan kepada masyarakat Papua Nugini. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kandidat kami atas usaha dan keterlibatan mereka yang tak kenal lelah dengan pendukung mereka,” tutup ONeill . (*)

loading...

Sebelumnya

CROP diminta efektif menggunakan sumberdaya negara Pasifik

Selanjutnya

Sikap positif warga NZ terhadap migran mulai berubah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe