Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. BKKBN : Keliru jika menganggap bahwa KB di Papua membatasi jumlah penduduk
  • Senin, 31 Juli 2017 — 14:39
  • 1686x views

BKKBN : Keliru jika menganggap bahwa KB di Papua membatasi jumlah penduduk

"KB di Papua bukan membatasi jumlah anak tetapi mengatur jumlah anak, menyiapkan generasi yang sehat, dan dapat berkecukupan di bidang pangan, sandang, papan dan bisa sekolah,” kata Itlay.
Perempuan Papua dan anaknya - Dok. Jubi
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, DR. Ir. Dwi Listyawardani, M.SC mengatakan pembangunan KB di Provinsi Papua berbeda dengan daerah lain. Sebab Papua memiliki wilayah geografis yang sangat luas tetapi jumlah penduduknya sangat sedikit. Dengan adanya generasi yang lahir secara terencana, Dwi yakin anak Papua ke depan memiliki daya saing yang tinggi.

“Adalah keliru jika menganggap bahwa KB di Papua membatasi jumlah penduduk. Yang kita mau adalah pengaturan jarak kelahiran anak dengan jarak ideal 3 tahun. Tentu saja intervensi dari Pemda dengan program lain seperti Hari Pertama Kehidupan dan gerakan ASI ekslusif sangat diharapkan. Sebab hal ini akan melahirkan anak yang sehat, cerdas dan berdaya saing,” tegas Dwi, Senin (31/7/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Papua, Drs. Simeon Itlay mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua sepakat dengan komitmen BKKBN untuk tidak membatasi jumlah anak di Papua. Sebab dari sekitar 200 juta lebih penduduk di Indonesia, penduduk Papua adalah salah satu penduduk dengan jumlah yang sangat sedikit, selain Papua Barat, Maluku dan NTT.

“Saya kira kita sepakat ya bahwa di Papua jumlah anak harus lebih dari dua. KB di Papua bukan membatasi jumlah anak tetapi mengatur jumlah anak, menyiapkan generasi yang sehat, dan dapat berkecukupan di bidang pangan, sandang, papan dan bisa sekolah,” kata Itlay.

Menurut Itlay, salah satu misi Gubernur Papua adalah menyelamatkan penduduk orang asli Papua untuk keluar dari keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan dan keterisolasian. Oleh karena itu, ia berharap BKKBN bisa ikut bersinergi bagi pengembangan SDM di Provinsi Papua sejak dini.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ibu Yulce Wenda Enembe mengatakan, PKK dan BKKBN memiliki peran yang sama dalam membentuk keluarga Papua yang sehat, berkualitas dan berdaya saing. Oleh karena itu, keterlibatan stakeholder untuk mengambil peran di dalamnya sangat dibutuhkan, baik dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan OPD yang membidangi pemberdayan ekonomi.

“Kami ingin kerjasama dengan semua pihak, mari kita sama-sama bersinergi. Dinas kesehatan sumbang apa, dinas yang urus ekonomi dan pendidikan sumbang apa, semua harus ambil peran untuk bangun keluarga Papua yang berkualitas,” kata Yulce. 

Pada kesempatan itu, di hadapan pers Ibu Gubernur Papua ini juga meminta komitmen dari seluruh bupati dan walikota di Provinsi Papua untuk mendukung program PKK, terutama program dasawisma karena menjadi pilar penting pembangunan kesehatan keluarga.  

“Menyikapi tingginya angka penderita kanker serviks yang dialami ibu-ibu di Papua, kami PKK Provinsi juga telah menggandeng OASE Kabinet Kerja untuk melakukan pemriksaan IVA/Pap smar, cek kesehatan terkait kanker. Ibu harus sehat biar lahirkan generasi Papua yang sehat,” tutup Yulce. (*)

Sebelumnya

53 penyuluh dan petugas lapangan KB diserahterimakan ke pusat

Selanjutnya

Pembangunan RS vertikal tak pengaruhi status RSUD Wamena

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe