Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Jayawijaya serahkan tujuh hektar untuk pembangunan RS vertikal
  • Senin, 31 Juli 2017 — 16:27
  • 704x views

Pemkab Jayawijaya serahkan tujuh hektar untuk pembangunan RS vertikal

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyerahkan sertifikat tanah sebanyak tujuh hektar tanah guna pembangunan Rumah Sakit vertikal, yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Bupati Jayawijaya ketika menyerahkan dokumen pelepasan tanah adat secara simbolis kepada Sekjen Kemenkes untuk pembangunan RS vertikal di Musaima-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyerahkan
sertifikat tanah sebanyak tujuh hektar tanah guna pembangunan Rumah
Sakit vertikal, yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia.
 

Tujuh hektar tanah yang diserahkan Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo,
kepada Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
dihadapan rombongan Komisi IX DPR RI saat meninjau lokasi pembangunan
rumah sakit di Musaima, Distrik Hubikiak, Jayawijaya, Senin
(31/7/2017).
 

Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Soetarjo,
mengungkapkan, pembangunan rumah sakit vertikal ini sesuai komitmen
Kementerian Kesehatan untuk membangun tiga rumah sakit di wilayah
timur Indonesia seperti di Kupang, Ambon, dan Jayawijaya, Papua.
 

Menurutnya, meski dalam rencana pembangunannya beberapa kali berpindah
tempat, Kementerian Kesehatan jelas mempunyai persyaratan dalam
membangun rumah sakit, karena perlu infrastruktur yang khusus dan
mudah diakses masyarakat dan dibangun bukan hanya untuk sesaat dimana
untuk jangka waktu lama.


“Sehingga kita menentukan lokasi perlu banyak persyaratan. Pengalaman
kita ada lokasi yang bagus dibelakangnya gunung namun tidak bisa
dikembangkan, apalagi bisa alami longsor atau bahaya lainya, sehingga
benar-benar melakukan perhitungan. Kita juga tidak mau bangun rumah
sakit di luar kota meski tanahnya luas, tetapi tidak ada orang yang
mau datang,” kata Untung Suseno Sotarjo.


Menurutnya, rumah sakit regional ini bertipe B ini seluruh anggarannya
ditanggung kementerian kesehatan seluruhnya, baik dari segi
pembangunannya, operasional, alat kesehatan bahkan Sumber Daya Manusia
(SDM).


“Tipe rumah sakit sendiri yang akan dibangun tipe B untuk regional
dengan fasilitas sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan disini.
Soal tingkat kemahalan di Jayawijaya sendiri, prosesnya akan tetap
jalan dimana ada studi kelayakan, namun berapa pun biayanya tidak jadi
masalah,” tegasnya.


Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, H. Syamsul Bahri, mengakui
pembangunannya sendiri dimulai pada APBN tahun 2018 mulai dari
langkah-langkah konkrit hingga studi kelayakan yang akan dilakukan
hingga kontruksinya.


“Jadi saat kunjungan ini pemerintah daerah telah membebaskan tujuh
hektar lahan untuk rumah sakit ini, penambahan tiga hektar lagi akan
diusahakan pemerintah setempat sehingga total pembangunan 10 hektar,
supaya di kemudian hari jika ada pengembangan tidak lagi menghadapi
masalah karena tanahnya sudah tersedia,” ujar Samsul Bahri.


Diakui, total anggaran sendiri belum diketahui, karena akan segera
disusun dan studi kelayakannya, untuk mengetahui berapa untuk fisik
berapa untuk operasional, untuk bangunan dan alkes itu baru diketahui
setelah ada studi kelayakan.


“Yang pasti dana yang disiapkan 100 persen APBN Kementerian Kesehatan,
pelepasan tanah dari Pemda, dan saya lihat lokasinya pun sangat
prospektif pengembangan kota ke depan, dan ini juga adalah jalur antar
kabupaten, sehingga saya kira ini lokasinya sangat baik,” ucap Syamsul
Bahri.


“Kita akan terus awasi, karena sudah komitmen Komisi IX DPR RI untuk
pembangunan rumah sakit vertikal ini, jika dalam RAPBN 2018 tidak
dianggarkan soal pembangunan rumah sakit ini, maka kami akan coret
pengajuannya,” tegasnya.


Sementara Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengakui kehadiran
pembangunan rumah sakit vertikal ini di Wamena sangat adil bagi
masyarakat di pegunungan tengah Papua.


“Kalau rumah sakit diadakan disini saya pikir dari mana-mana yang
ingin berobat jauh lebih adil, karena Wamena jadi induknya di
Pegunungan Tengah Papua, dengan harapan dibangunnya rumah sakit
vertikal ini akan menjawab semua kebutuhan kesehatan masyarakat yang
ada di wilayah pegunungan tengah Papua,” kata Bupati. (*)






 

loading...

Sebelumnya

Pembangunan RS vertikal tak pengaruhi status RSUD Wamena

Selanjutnya

Konflik dua marga: Siep vs Husage, pelaku pembunuhan diproses hukum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe