Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Sikap positif warga NZ terhadap migran mulai berubah
  • Senin, 31 Juli 2017 — 16:28
  • 602x views

Sikap positif warga NZ terhadap migran mulai berubah

Imigrasi bersih tahunan mencapai level tertinggi pada angka 72.305 di tahun ini sampai Juni. Angka ini menambahkan sekitar 1,5 persen populasi negara tersebut.
Ilustrasi imigrasi Selandia Baru - IST
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - BusinessNZ telah menyambut baik kompromi mengenai persyaratan visa kerja yang lebih ketat di tengah bukti bahwa catatan migrasi menunjukkan sikap Selandia Baru (NZ) terhadap pendatang baru semakin tegas.

Pemerintah NZ mengusulkan agar migran berpenghasilan kurang dari $41.538 per tahun tidak dapat digolongkan sebagai "terampil", sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa kerja back-to-back. Sebelumnya telah diusulkan untuk menetapkan ambang pendapatan yang lebih ketat sebesar $48.859.

Sebagai perbandingan, upah minimum tahunan untuk seseorang yang bekerja dalam 40 jam kerja berkisar $32.900.

Chief Executive BusinessNZ Kirk Hope mengatakan bahwa kebijakan baru ini "membuat keseimbangan antara memastikan pekerjaan bagi orang Selandia Baru dan memungkinkan perusahaan mengakses staf yang mereka butuhkan".

Ketua Asosiasi Pengusaha dan Manufaktur Kim Campbell mengatakan bahwa rencana yang direvisi itu bersifat pragmatis. sebab anggotanya berjuang untuk mengisi posisi kerja yang disebut "profesional berkualitas sepenuhnya", katanya.

Seperempat orang yang tinggal di Selandia Baru lahir di luar negeri pada saat sensus terakhir di tahun 2013, namun proporsinya sangat bervariasi menurut wilayah.

Di Auckland, proporsinya 39 persen, sementara rata-rata di seluruh negara bagian adalah 18 persen. Dengan imigrasi sejak saat itu, jumlah tersebut akan meningkat.

Imigrasi bersih tahunan mencapai level tertinggi pada angka 72.305 di tahun ini sampai Juni. Angka ini menambahkan sekitar 1,5 persen populasi negara tersebut.

Angka tersebut termasuk orang-orang yang datang ke Selandia Baru untuk tinggal bekerja atau belajar lebih dari satu tahun.

Kementerian Bisnis, Inovasi dan Pekerjaan mensurvei 1000 orang Selandia Baru tahun lalu dan melaporkan pada bulan Mei bahwa mayoritas kecil - 53 persen - memiliki pandangan positif yang luas tentang migran, memberikan angka tujuh dari 10.

Tapi turun dari 58 persen di tahun sebelumnya dan turun dari angka tertinggi baru-baru ini sebesar 60 persen pada tahun 2013.

Juga, empat puluh sembilan persen orang Selandia Baru mengatakan bahwa mereka merasa lebih sedikit migran yang diizinkan untuk datang dan tinggal di Selandia Baru secara permanen, naik dari 31 persen di tahun 2015. Responden diberi tahu bahwa target tahunan Pemerintah adalah mengizinkan 45.000 migran.

Namun tampaknya warga negara Selandia Baru memiliki sikap yang berbeda-beda terhadap migran, tergantung pada asal migran tersebut. Enam puluh empat persen orang yang disurvei survei tersebut melaporkan memiliki pandangan positif tentang migran dari Inggris dan Irlandia, naik sedikit pada tahun 2015. Tapi hanya antara 35 dan 37 persen orang yang dilaporkan memiliki pandangan yang sama positif tentang migran dari China, India atau Samoa.

Juga ada juga peningkatan pandangan negatif terhadap siswa internasional dan pengungsi.

Dari semua orang yang lahir di luar negeri tinggal di Auckland pada sensus terakhir, 39 persen berasal dari Asia, 21 persen dari Kepulauan Pasifik dan 22 persen dari Eropa, termasuk Inggris. Di luar Auckland, jumlahnya masing-masing 23 persen, 9 persen dan 43 persen.

Selama dua tahun terakhir di Selandia Baru, 47 persen migran berasal dari Asia dan 22 persen dari Eropa.

Menurut sebuah kementerian negara ini, pada 2015 hampir delapan dari 10 melaporkan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Dan 94 persen mengatakan majikan mereka memperlakukan mereka dengan adil dalam pekerjaan mereka - meskipun angka tersebut lebih rendah dari 92 persen di Auckland.

91 persen puas atau "sangat puas" dengan kehidupan di Selandia Baru, tapi kebanyakan - 60 persen - dilaporkan mengalami diskriminasi setidaknya satu atau dua kali. (*)

loading...

Sebelumnya

Gubernur Jenderal PNG minta O’Neill bentuk pemerintahan

Selanjutnya

Badan Meteorologi sePasifik akan bahas dampak perubahan iklim

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe