Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Karena pendaftaran siswa online, wali murid laporkan Kadisdik Kota Jayapura ke polisi
  • Senin, 31 Juli 2017 — 17:19
  • 1158x views

Karena pendaftaran siswa online, wali murid laporkan Kadisdik Kota Jayapura ke polisi

"Saya sudah bersabar ketika diberitahu kalau anak Bryan ini tak bisa sekolah akibat namanya dicabut secara sepihak oleh oknum operator dari Disdik Kota Jayapura dan sudah ada pertemuan dan rekomendasi dari Kadisdik tapi tidak selesai," katanya kepada Jubi, Senin (31/7/2017)
Rudolf Albert Viktor Karma (kanan) saat melaporkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura di Polsek Entrop, Kota Jayapura, Senin (31/7/2017) - Jubi/Sindung Soekoco
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Tak terima dipingpong oleh Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan sekolah SMPN 5 Jayapura terkait penyelesian pencabutan pendaftaran secara sepihak, Rudolf Albert Viktor Karma, wali murid dari Brayan Abraham Valerios Karma bersikukuh meneruskan persoalan ini ke ranah hukum.

"Saya sudah bersabar ketika  diberitahu kalau anak Bryan ini tak bisa sekolah akibat namanya dicabut secara sepihak oleh oknum operator dari Disdik Kota Jayapura dan sudah ada pertemuan dan rekomendasi dari Kadisdik tapi tidak selesai. Dengan begini saya kecewa dengan pelayanan dinas pendidikan," katanya kepada Jubi, Senin (31/7/2017)

Ia juga mengakui telah melakukan pemukulan di pipi operator Disdik Kota Jayapura yang bernama Sarwoedi. Sebab operator Disdik ini tak bisa menunjukkan kepada dirinya bukti kuat berkas pencabutan pendaftaran dari orang tua secara online tersebut.

"Saya tetap menuntut agar operator ini dihukum sesuai dengan perbuatannya dengan sanksi yang ada. Dan membawa kepala sekolah SMP 5 dan Disdik Kota Jayapura sebagai pihak terlapor lanjutan. Karena harusnya mereka menyelesaikannya dengan baik, ini malah tidak bisa," tegasnya.

Ia meminta kedepannya, sistem pemerataan siswa yang termaktub dalam  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sesuai dengan zonasi ini tak dihancurkan oleh oknum-oknum yang tak jujur dan tak bertanggungjawab.

"Pengawasan sistem ini sudah benar harus lebih ditingkatkan. Jangan ada dikotori oleh orang-orang yang tidak benar. Sehingga jalur hukumlah yang saya pakai," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Kadisdik dan kebudayaan kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa mengatakan bahwa masalah ini berawal dari ketidakpuasan dari orang tua dimana pencabutan tersebut merupakan keinginan dari siswa itu sendiri. " Staff saya mana berani mencabut tanpa nomor yang ada dari siswa, ini khan  masalah ke tidak puasan dari orang tua, buktinya ada tapi orang tua tidak percaya," ujarnya melalui telepon selularnya.

Sabtuwaji, petugas piket Polsek Jayapura Selatan mengatakan bahwa permasalahan dari kasus pemukulan ini telah usai dan berlangsung damai. Jika ada pihak yang tidak puas tentunya bisa ke ranah hukum.

"Kita sudah berusaha menyelesaikan dan kita berharap ini selesai disini. jika orang tua sudah melaporkan ke Polres biar masalah ketidakpuasan tersebut diselesaikan di Polresta Jayapura," tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

53 penyuluh dan petugas lapangan KB diserahterimakan ke pusat

Selanjutnya

Kedatangan Komisi X DPR RI, ISBI Papua sampaikan kekurangan tenaga dosen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe