Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kedatangan Komisi X DPR RI, ISBI Papua sampaikan kekurangan tenaga dosen
  • Senin, 31 Juli 2017 — 19:42
  • 948x views

Kedatangan Komisi X DPR RI, ISBI Papua sampaikan kekurangan tenaga dosen

"Dan untuk dosen pengajar kami di bantu oleh Rektor Universitas Cenderawasih, Pemda, guru-guru SMA termasuk senior-senior kita yang teruji kompentensi,” ucapnya.
Kedatangan rombongan Komisi X DPR RI disambut oleh mahasiswa ISBI Tanah Papua - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan berkunjung ke Kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua. Dalam kunjungan ini, anggota DPR RI menyempatkan diri bertemu rektor dan undangan di kampus tersebut.

Rektor ISBI dalam Dr. I Wayan Rai sambutannya sedikit menjelaskan tentang kampus ISBI yang ada di Tanah Papua ini.

“Kenapa di bilang ISBI Tanah Papua? Kalau di bilang ISBI saja dikira hanya provinsi Papua saja padahal  kita ada provinsi Papua Barat juga. ISBI Tanah Papua mencakup semua bagian NKRI,” kata I Wayan.

I Wayan menambahkan, dari empat ISBI yang ada,  dua kampus sudah berdiri di ujung  timur dan ujung barat Indonesia. Ada ISBI Tanah Papua dan ISBI Aceh. Dua lagi belum diresmikan yaitu ISBI Kalimantan dan ISBI Sulawesi Selatan. Hingga saat ini ada sembilan perguruan tinggi seni di indonesia.

“ISBI Tanah Papua saat ini  sudah memiliki rektor. Jumlah mahasiswanya 255 orang untuk lima prodi. Dua juruan seni musik, seni tari, lukis, komunikasi visual dan kriya. Dan untuk dosen pengajar kami di bantu oleh Rektor Universitas Cenderawasih, Pemda, guru-guru SMA termasuk senior-senior kita yang  teruji kompentensi,” ucapnya.

 I Wayan Ia juga menjelaskan kondisi kampus yang masih meminjam lokasi Taman Budaya Provinsi Papua.

“Master plannya sudah ada namun kami menunggu tahapan selanjutnya,” kata I Wayan menjelaskan kendala yang dihadapi terkait lokasi kampus.

Ketua rombongan dan juga ketua komisi X DPR RI yang membidangi  pendidikan  dalam menanggapi apa yang disampaikan rektor menjelaskan beberapa hal  yang terkait dengan fungsi legislatif , yakni anggaran dan pengawasan dalam pendidikan.

“Anggaran kita baru ketuk kemarin, Kamis (27/7/2017). Anggaran Kemenristekdikti dan semua APBN 2017  9,327 triliun itu terkena efisiensi sebesar 1, 480 triliun. Tapi ada tambahan peluncuran pinjaman  1,1 triliun, peluncuran keluar negeri sebesar 27 triliun dan dalam negeri sebesar 11 miliar. Jadi sesungungguhnya Kemenristekdikti  ini kena potongan 254 miliar,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya akan mengubah cara pengawasan dan evaluasi perguruan tinggi. Jika dulu di Papua hanya datang ke Universitas Cenderawasih dan di provinsi lain datang ke Kopertis, sekarang mereka datang juga ke ISBI dan perguruan tinggi swasta.

Ia juga berterimakasih kepada Rektor ISBI yang telah menjelaskan secara gamblang mengenai kekurangan tenaga dosen sehingga terpaksa guru SMA juga menjadi dosen

 “Ini juga yang kami tuntut kebijakan pemerintah, tidak hanya sekedar bicara tapi harus konsisten,” kata Ferdiyansyah. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Karena pendaftaran siswa online, wali murid laporkan Kadisdik Kota Jayapura ke polisi

Selanjutnya

Anggota DPR RI puji sarana sejumlah sekolah di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe