Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. KSC bangun tugu nol km Merauke-Sabang di Sota
  • Senin, 31 Juli 2017 — 21:56
  • 1687x views

KSC bangun tugu nol km Merauke-Sabang di Sota

Akan tetapi beberapa item pekerjaan lain seperti taman, prasasti, pemasangan kandara serta beberapa ikon lain akan segera diselesaikan. Karena targetnya tanggal 17 Agustus 2017, sudah dirampungkan dan diresmikan.
Anggota KSC Merauke bersama komunitas motor lain serta sesepuh mereka, Romanus Mbaraka sedang foto bersama di tugu nol KM Merauke-Sabang – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Kandara Scooter Club (KSC) bersama beberapa komunitas motor lain membangun tugu nol kilometer Merauke-Sabang di Sota, Perbatasan Republik Indonesia (RI) Papua Nugini (PNG). Pembangunan tugu yang berlangsung sejak Januari lalu, telah selesai.

Akan tetapi beberapa item pekerjaan lain seperti taman, prasasti, pemasangan kandara serta beberapa ikon lain akan segera diselesaikan. Karena targetnya tanggal 17 Agustus 2017, sudah dirampungkan dan diresmikan.

Demikian disampaikan Ketua KSC Merauke, Slamet Riyadi kepada Jubi di Distrik Sota Senin (1/8/2017). Dijelaskan, biaya pembangunan tugu tersebut, lebih banyak adalah swadaya teman-teman KSC serta dukungan dan sumbangan dari beberapa donatur.

“Memang ide membangun tugu nol kilometer Merauke Sabang, sudah sejak dua tahun silam. Namun baru direalisasikan sekarang, karena masih menunggu sumbangan dana dari teman-teman KSC maupun donatur lain,” kata Slamet dan menambahkan, total anggaran seluruhnya mencapai kurang lebih Rp60juta.

Pembangunan tugu tersebut, untuk membuat destinasi wisata baru di Sota. Karena sangat dikenal masyarakat di seantero Indonesia bahkan dunia. Apalagi dengan lagu dari Sabang Sampai Merauke.

“Itulah menjadi salah satu alasan kami. Juga demi kemaslahatan masyarakat Sota terutama Suku Kanum. Jadi, kami ingin membuat sesuatu yang baru dan menjadi ketertarikan siapa saja ketika berkunjung ke perbatasan,” tuturnya.

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengaku, tugu 0 KM Merauke-Sabang sebagai simbol identitas di daerah perbatasan.

“Kalau di Sabang ada tugu 0 kilometer, maka disini juga harus ada tugu 0 KM Merauke-Sabang yang menunjukkan identitas di wilayah Timur Indonesia,” tegasnya. (*)
 


 


 

Bupati Merauke, Frederikus Gebze saat pertemuan bersama Koordinator Sub PON wilayah Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Pemkab Merauke butuh dukungan dana selesaikan stadion Katalpal

Reporter : Frans L Kobun

Editor : Angela Flassy

Merauke, Jubi - Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengungkapkan, pemerintah akan bekerja maksimal mempersiapkan berbagai fasilitas olahraga guna menunjang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 mendatang.

Demikian disampaikan Bupati Freddy kepada sejumlah wartawan Senin (1/8/2017). “Memang telah disepakati bersama, GOR Hiad Sai serta Stadion Katal Pal sebagai tempat untuk diselenggarakannya tiga cabang olahraga,” ujarnya.

Khusus stadion Katalpal, demikian Bupati Freddy, proses penyelesaian akan segera dituntaskan. Hanya saja, membutuhkan anggaran cukup besar. Olehnya, perlu dukungan dana lagi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Sementara Koordinator Sub PON Wilayah Merauke, O Laduani Ladamay mengungkapkan, terdapat tiga cabang olahraga yang diselenggarakan di Merauke yakni karate, taekwondo serta babak penyisihan bola kaki. Untuk itu, perlu persiapan diri baik sarana infrastruktur, sumber daya manusia serta pendukung lain.

Dikatakan, perlu ada koordinasi bersama guna mengetahui kesiapan dan kesanggupana daerah dalam mempersiapkan sejumlah fasilitas olahraga tersebut. “Kalau bisa Bupati Merauke menyurati bagian mana saja yang sanggup ditangani pemerintah setempat. Sehingga dapat diketahui pasti provinsi,” pintanya.

“Bapak Gubernur Papua, Lukas Enembe telah meminta semua komponen baik di tingkat provinsi maupun kabupaten agar terlibat dan benar-benar fokus melakukan pemantapan persiapan hingga pelaksanaan PON 2020 nanti,” ujarnya.

“Saya meminta beberapa cabang olahraga yang diperlombakan disini, agar fasilitasnya segera diselesaikan, sehingga tidak terkesan terburu-buru,” pintanya.

Nantinya, jelas dia, akan diturunkan tim khusus melakukan evaluasi kesiapan maupun kelayakan dalam penyelenggaraan PON. “Saya segera melantik Sub PB PON, karena dalam iven PON dimaksud, dipertandingkan kurang lebih 30-an cabang olahraga,” katanya. (*)


 


 

Masyarakat PNG yang biasa datang berbelanja di Distrik Sota, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Ojek warga PNG, pendapatan tiap hari Rp600 ribu

Reporter : Frans L Kobun

Editor : Angela Flassy

Merauke, Jubi - Musa Dimar, satu dari sepuluh rekan lainnya yang tinggal di Distrik Sota, Kabupaten Merauke yang berprofesi sebagai tukang ojek, setiap hari melayani warga Papua Nugini (PNG) dengan mengantar pulang ke negaranya menggunakan sepeda motor melalui ‘jalur tikus.’

Biasanya, setelah berbelanja, pasti diantar kembali ke negara asalnya di Kampung Weriabel-PNG yang jaraknya sekitar 7 kilometer dari ibukota Distrik Sota.

Hal itu disampaikan Musa Dimar kepada Jubi Senin (1/8/2017). “Dalam satu hari, tiga kali kami pulang pergi. Untuk sekali ojek, biasanya dibayar Rp 200.000. Jadi, kalau tiga kali, berarti pendapatan sehari kami dapat Rp 600.000,” katanya.

Dia mengaku, perjalanan menuju Kampung Weriabel-PNG, hanya ditempuh kurang lebih stengah jam. Itu kalau musim kemarau. Tetapi datang hujan dan jalan becek, perjalanan sampai 4 jam.

“Oleh karena kami masuk di negara lain, setiap jalan, pasti bawa kartu pelintas batas. Itu yang paling diutamakan, karena biasanya selalu ada pemeriksaan,” tuturnya.

Musa juga mengaku, selain mengojek warga PNG, mereka membawa sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula pasr, kopi dan lain-lain untuk dijual di sana.

Kapolsek Sota, Iptu Ma’aruf membenarkan setiap hari, ada beberapa warga Sota mengantar orang PNG dengan sepeda motor ke negara asalnya, setelah berbelanja di Sota.

“Hampir setiap hari, orang PNG selalu datang di Sota berbelanja kebutuhan pokok. Memang ada juga memilih jalan kaki atau dengan mengendarai sepeda, tetapi ada pula memilih jasa tukang ojek,” ujarnya. (*)


 

Pertemuan nelayan bersama Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung – Jubi/Frans L Kobun

Nelayan Merauke ibarat anak ayam kehilangan induk

Reporter : Frans L Kobun

Editor : Angela Flassy

Merauke, Jubi - Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung melakukan pertemuan bersama puluhan nelayan maupun pemilik kapal. Pertemuan dimaksud bertujuan untuk lebih menjalin hubungan kemitraan.

Seorang pemilik kapal, Taufiq Latarisa dalam pertemuan Senin (1/8/2017) mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan pertemuan seperti itu, rutin dilaksanakan, guna saling sharing bersama.

“Selama ini, kami nelayan ibarat anak ayam kehilangan induk. Memang kita punya hubungan langsung bersama Polairud. Hanya saja, terkadang ada kendala di lapangan ketika melakukan aktivitas melaut. Dengan pertemuan begini, kita menatap ke depan dan tak perlu mengorek persoalan sebelumnya,” pinta dia.

Diharapkan agar kalau ada pertemuan lanjutan, instansi lain termasuk Lantamal XI Merauke serta pihak Keshyabandaran juga ikut diundang. Maksudnya agar saling koordinasi serta komunikasi.

“Tidak dapat dipungkiri kalau ada oknum-oknum tertentu sering mempersulit. Padahal, semua dokumen untuk kegiatan melaut, sudah lengkap,” tegasnya.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung memberikan apresiasi kepada pemilik kapal maupun nelayan yang telah meluangkan waktu datang melakukan pertemuan.

“Saya kira beberapa masukan yang disampaikan itu, sangat penting untuk membangun hubungan lebih baik di waktu mendatang,” katanya.

Kapolres juga meminta perlu ada penandatanganan MoU bersama dengan beberapa pihak, termasuk dengan perwakilan nelayan maupun pemilik kapal. Sehingga dalam menjalankan tugas, sudah ada aturan yang telah disepakati bersama. (*)


 

Lahan di Sota yang telah ditanami nenas oleh Kapolsek Sota, Iptu Ma’aruf – Jubi/Frans L Kobun

Kapolsek Sota kembangkan ribuan anakan nenas

Reporter : Frans L Kobun

Editor : Angela Flassy

Merauke, Jubi - Kapolsek Sota, Iptu Ma’aruf, tidak hanya melakukan tugas dan tanggungjawabnya menjaga keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG, tetapi ada juga pekerjaan sampingan dijalankan yakni mengembangkan ribuan anakan nenas di atas lahan sekira satu hektare.

Saat ditemui Jubi Senin (1/8/2017), Kapolsek menjelaskan, ada tiga jenis anakan nenas dikembangkan yakni jenis batu, hijau serta nenas dari PNG. Pengembangan sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam.

Hasilnya juga, lanjut Kapolsek, telah dinikmati. Bahkan, banyak orang yang datang ke perbatasan, setelah akan pulang, membeli nenas sebagai oleh-oleh. “Biasanya saya menyuruh mereka mengambil nenas di tempatnya,” ujar dia.

Nenas dijual mulai dari Rp15.000 sampai Rp75.000. Itu ukuran nenas paling besar dari PNG yang memiliki khasiat sangat berbeda.

“Saya juga telah membantu masyarakat lokal dengan memberikan bibit secara gratis untuk ditanam di halaman rumah atau kebun mereka masing-masing. Itu sudah dilakukan dan hasilnya telah dinikmati pula,” katanya.

Ditambahkan, biasanya panen dilakukan setahun sekali, pada bulan November. “Selama ini, saya tak pernah jual ke pasar, tetapi orang datang membeli langsung disini,” tuturnya.

Yohana, salah seorang tamu yang berkunjung ke Sota mengaku, setelah bersama keluarga menikmati panorama di perbatasan, langsung ke rumah Kapolsek sekaligus membeli nenas.

“Saya senang karena kita disuruh mematahkan nenas dari pohonya. Memang rasa nenasnya sangat berbeda, terutama dari PNG,” katanya dan mengaku, sering membeli 5-6 buah untuk dibawa pulang ke kota. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini 10 film terbaik Festival Film Papua

Selanjutnya

Pemkab Merauke butuh dukungan dana selesaikan stadion Katalpal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe