Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. PTS di Papua dan Papua Barat masih kekuarangan tenaga dosen
  • Selasa, 01 Agustus 2017 — 14:12
  • 942x views

PTS di Papua dan Papua Barat masih kekuarangan tenaga dosen

Koordinator Koordinasi Pergurua Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Mofu, mengatakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat masih sangat kekuarangan tenaga dosen. Dari 60 PTS di Papua dan Papua Barat semuanya masih kekurangan dosen khususnya dosen ASN.
Mahasiswa ISBI sedang mendengarkan arahan Rektor ISBI Tanah Papua, I Wayan Rai. ISBI di Tanah Papua merupakan salah satu PTS yang masih kekurangan tenaga dosen - Jubi/ Yance Wenda
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Koordinator Koordinasi Pergurua Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Mofu, mengatakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat masih sangat kekuarangan tenaga dosen. Dari 60 PTS di Papua dan Papua Barat semuanya masih kekurangan dosen khususnya dosen ASN.

"Dalam empat tahun ini, Kopertis wilayah XIV telah mengurus 60 PT swasta. Sebanyak 42 PT swasta berada di Papua dan 18 PTS di Papua barat. Dari total PTS tersebut masih kekurangan dosen yang berstatus ASN," katanya kepada Jubi, Selasa (1/8/2017).

Permasalahan utama yang dihadapi 60 PTS ada dua. Pertama, masalah di bidang keuangan. Lebih dari 90 persen mahasiswa PTS di Papua dan Papua Barat berasal dari anak-anak Papua yang orang tuanya nelayan dan petani. Kemampuan PTS untuk membiayai dirinya sendiri dari dana yang berumber dari SPP mahasiswa sangat kecil.

"Kami sedang berupaya bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, DPRD agar mengupayakan dikeluarkannya regulasi daerah yang akan mendukung pengembangan PTS di Tanah Papua, sehingga seluruh PTS bisa didukung. Dengan demikian harus ada intervensi terhadap kelemahan pembiayaan yang didukung dengan beasiswa bagi mahasiswa asli Papua yang belajar di PTS yang ada di Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Permasalah kedua, dengan lemahnya pembiayaan tersebut mengakibatkan kurangnya dosen di seluruh PTS di Papua. Jumlah dosen PNS yang bekerja di PTS ada 106 dosen, yang ditempatkan di 26 PTS. Masih ada 34 PTS yang belum memiliki dosen PNS.

"Dosen PNS ini juga hanya satu hingga dua orang di setiap PTS. Ini mengakibatkan masalah yang serius dalam penempatan dosen atau jumlah dosen," katanya.

Dikatakan, sejak berdirinya Kopertis wilayah XIV Papua dan Papua Barat yang pisah dari Kopertis wilayah XII Maluku, hingga saat ini, pihaknya baru satu kali melakukan formasi pada 2015 dan hanya menghasilkan tujuh orang dosen. 

"Saya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar dilakukan perekrutan PNS khusus dosen untuk wilayah Papua dan Papua Barat untuk dipekerjakan di PTS. Kalau di pulau Jawa atau Sumatera, dosen bisa dipinjamkan ke PTS lainnya, namun kalau di Papua hal tersebut tidak bisa dilakukan karena akses transportasi ke satu wilayah dengan wilayah lain harus menggunakan pesawat terbang dan membutuhkan biaya yang cukup besar," ujarnya.

Guna mengatasi hal tersebut, Mofu mengatakan pihaknya telah mengusulkan tiga format pengangkatan dosen PNS. Pertama, formasi reguler S2 yang ditawarkan ke seluruh Indonesia. Siapa saja boleh melamar menjadi dosen di Kopertis wilayah XIV Papua dan Papua Barat. 

"Format kedua adalah mutasi PNS menjadi dosen di lingkungan Kemenrsitekdikti. Jadi kami menawarkan ke Menteri kalau boleh pegawai-pegawai pemerintah yang memiliki kualifikasi Master dan Doktor ditawarkan untuk menjadi dosen di PTS-PTS yang ada di Papua dan Papua Barat," katanya.

Ditempat terpisah, salah satu PTS swasta yang berada di Papua yaitu Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua juga mengeluhkan hal yang sama. Akibat kekuarangan dosen, pihak kampus mengambil inisiatif untuk mengambil guru-guru dari jenjang pendidikan SMA guna dijadikan dosen.

"Untuk tenaga dosen kami sangat kekuarangan, saya mempunyai inisiatif dengan meminta bantuan ke Rektor Uncen, Pemda, guru-guru SMA termasuk senior-senior kita yang telah teruji kompentensi untuk mengajar disini,” kata Rektor ISBI, Dr. I Wayan Rai. (*)

 

Sebelumnya

Jangan kuliahnya di Facebook, pesan senior IKBPM Tikoya dan Melendik

Selanjutnya

Dosen ASN di PTS Papua dan Papua Barat belum tersertifikasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe