Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Dua kota di Papua miliki angka deflasi terendah di Indonesia
  • Selasa, 01 Agustus 2017 — 16:30
  • 503x views

Dua kota di Papua miliki angka deflasi terendah di Indonesia

Dua kota di Papua, Merauke dan Kota Jayapura,  merupakan dua kota dari 82 kota di Indonesia yang tercatat mengalami deflasi terendah pada bulan Juli 2017.
Suasana jumpa pers yang digelas BPS Papua, Selasa (1/8/2017) - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Dua kota di Papua, Merauke dan Kota Jayapura,  merupakan dua kota dari 82 kota di Indonesia yang tercatat mengalami deflasi terendah pada bulan Juli 2017.

"Pada bulan Juli 2017 ini kedua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Papua tercatat mengalami perubahan angka indeks dimana Kota Jayapura deflasi sebesar 1,13 persen sedangkan  Merauke deflasi sebesar 1,50 persen, dengan IHK masing-masing sebesar 129,59 dan 133,53," ujar Bambang, Kabid Bidang Statistik Distribusi BPS Papua, saat release pers di kantor BPS Papua, Selasa (1/8/2017).

Perbandingan bulan Juli,  Deflasi Kota Jayapura dan Merauke perbandingan mulai tahun 2015 hingga 2017 tidak berbeda jauh dari tahun 2016, dimana bulan Juli tahun 2017 sebesar -1,13 persen hampir sama dengan bulan Juli tahun 2016 sebesar 1,10 persen.

Sementara Merauke di tahun 2017 sebesar -1,50 persen dan di tahun 2016 lalu sebesar -0,09 persen. 

"Memang stabil deflasinya Jayapura jika dibandingkan dengan Merauke," ujarnya.

Bambang mengakui andil deflasi  dari sisi kelompok pengeluaran di kedua kota tersebut pada bulan Juli akibat dari penuruan harga transportasi terutama angkutan udara dimana harga transportasi udara jauh menurun. 

"Andil inflasi di Kota Jayapura terpengaruh dengan harga ikan segar di pasaran yang mahal seperti ikan ekor kuning, cabai rawit, tomat sayur dan buah, serta ikan cakalang. Sementara di Merauke adalah ikan mujair, kangkung, udang basah, dan daging ayam ras," tegasnya.

Supardi, salah satu penjual kelontong di Kota Jayapura, mengakui saat ini untuk kemahalan di Papua khususnya di Kota Jayapura sangat kecil dimana ini berlaku jika kebutuhan pokok tak terpenuhi ataupun berkurang tentunya akan memicu kenaikan harga di pasaran.

"Contohnya gula pasir saat ini di tingkat eceran harganya murah sampai Rp 14 ribu/kg, bahkan ada yang lebih murah lagi dengan menggunakan gula dari Bulog dengan harga Rp 12.500/ kg. Masyarakat di suruh memilih saja," katanya.(*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Inilah Alasan Jembatan Pasar Entrop Belum Difungsikan

Selanjutnya

Dexlite akan dijual di lima SPBU di Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe