Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Luksemburg berlakukan UU penambangan luar angkasa
  • Selasa, 01 Agustus 2017 — 17:49
  • 666x views

Luksemburg berlakukan UU penambangan luar angkasa

Pengesahan undang-undang tersebut, akan menjadikan Luksemburg sebagai negara pertama di Eropa yang menawarkan kerangka hukum. Luksemburg memastikan perusahaan swasta dapat meyakini hak mereka atas sumber daya yang diambil di luar angkasa.
Wakil Perdana Menteri Luksemburg, Etienne Schneider. Jubi/Luxemburger Wort
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

London, Jubi - Ketika undang-undang baru yang mengatur penambangan luar angkasa mulai berlaku Selasa (1/08/2017). Wakil Perdana Menteri Luksemburg, Etienne Schneider, mengatakan negaranya akan membuat misi tersebut menjadi kenyataan.

Pengesahan undang-undang tersebut, akan menjadikan Luksemburg sebagai negara pertama di Eropa yang menawarkan kerangka hukum. Luksemburg memastikan perusahaan swasta dapat meyakini hak mereka atas sumber daya yang diambil di luar angkasa.

Undang-undang tersebut didasari premis, bahwa sumber daya luar angkasa mampu dimiliki oleh perorangan dan perusahaan swasta, serta menetapkan prosedur untuk mengesahkan dan mengawasi misi eksplorasi luar angkasa.

"Ketika saya meluncurkan inisiatif ini setahun uang lalu, orang-orang mengira saya sedang marah. Tetapi bagi kami, kami melihatnya sebagai bisnis yang telah kembali pada investasi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," ujar mantan menteri ekonomi Lukemburg itu.

Luksemburg pada Juni 2016 menyisihkan Rp3,15 triliun (229 juta dolar AS) untuk mendanai inisiatif yang bertujuan membawa kembali mineral langka dari luar angkasa.

Sementara itu tujuan tersebut setidaknya berjalan untuk waktu 15 tahun. Teknologi baru telah menciptakan pasar yang dapat disediakan oleh penambang luar angkasa, demikian menurut Schneider.

Dia mengatakan perusahaan dalam waktu dekat bisa segera membuat bahan bakar untuk mengisi atau memperbaiki satelit yang layak secara ekonomi, atau memasok material mentah pada printer 3D yang sekarang dalam tahap pengujian oleh Stasiun Luang Angkasa Internasional.

Menurut Schneider, mengangkat setiap kilogram massa dari Bumi ke orbital membutuhkan biaya antara Rp 150-250 miliar, namun perusahaan dapat mengurangi biaya ini dengan cara mendaur ulang puing-puing satelit tua dan bagian roket yang mengambang di angkasa.(*)




 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Polisi anti teror Australia tahan empat orang

Selanjutnya

Satu juta lebih anak gizi buruk di Yaman terancam Kolera

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe