Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Klemen Tinal : bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat
  • Selasa, 01 Agustus 2017 — 20:13
  • 883x views

Klemen Tinal : bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat

"Jadi ingat bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI/Polri tapi kita semua warga negara," kata Klemen pada seminar kebangsaan Ikatan Keluarga Alumni Sulawesi Utara (IKASUP), di Jayapura, Selasa (1/8/2017).
Suasana seminar kebangsaan yang digelar IKASUP - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jub

Jayapura, Jubi - Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal, mengatakan bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan (TNI/Polri), tetapi semua warga negara Indonesia.

"Jadi ingat bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI/Polri tapi kita semua warga negara," kata Klemen pada seminar kebangsaan Ikatan Keluarga Alumni Sulawesi Utara (IKASUP), di Jayapura, Selasa (1/8/2017).

Ia menilai, seminar kebangsaan yang digelar IKASUP ini harus menjadi contoh ikatan alumni lainnya. "Harapan kita organisasi lain juga bisa memberikan sumbangsih seperti ini, sehingga pemerintah juga mendapatkan masukan yang baik," sambungnya.

Menurut ia, dengan perbedaan yang luar biasa, masyarakat Papua harus bangga menjadi bangsa besar.  

"Jadi kalau di Papua ada kelompok yang berseberangan (KKB), tantangan kita bukan hanya itu, kalau Jenderal Sudirman bilang, lebih baik amankan rumah dan pekarangan masing masing. Jadi kalau itu dilakukan di daerah ini, maka akan aman luar biasa," katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Dewan Pembina IKASUP Papua, Mayjen TNI George Elnadus Supit menyambut baik kegiatan seminar ini. Menurutnya, ini merupakan kegiatan positif guna menambah wawasan kebangsaan, bagaimana memberikan sumbangan pikiran untuk organisasi, juga membantu pembangunan daerah Papua serta bangsa dan negara. 

"Temanya sangat luar biasa, karena masalah persatuan dan kesatuan seringkali diperdebatkan. Nah, ini menjadi tugas kita semua sebagai warga negara. Karena siapa lagi yang bisa tingkatkan harkat dan martabat bangsa kita kalau bukan kita," kata George yang juga menjabat Pangdam XVII Cenderawasih.

Menanggapi itu, dirinya berharap melalui seminar ini, semua komponen stakeholder bersatu-padu menyumbang pemikiran sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan baik sampai di tingkat kabupaten/kota di Papua. 

"Semua harus besatu-padu, bahu membahu untuk membangun daerah ini," ucapnya.

Pada kesempatan itu juga, dirinya meminta semua pihak untuk tidak menyibukkan diri dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Seperti, proses Pilkada yang mana sejumlah daerah harus dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dan harus menimbulkan korban jiwa. 

"Semua itu tidak ada gunanya, kalau kita punya pemikiran lebih maju harus bisa memberikan pencerahan, jangan sampai ada jatuh korban manusia. Tentunya ini membuat kami prihatin," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Pdt. Christian Warouw dalam laporannya menyampaikan dalam seminar selain membahas soal paham radikalisme, di kesempatan ini juga akan dibahas mengenai pelaksanaan Pilkada serentak 2018 (Pilgub dan Pilkada 7 Kabupaten-red) di Papua.  

"Bagaimana kita mengawal pilkada yang independen, aman, dan bermartabat demi Papua yang lebih maju aman ke depan," kata Christian. (*)

loading...

Sebelumnya

Aparatur pengelola pendapatan daerah diminta tingkatkan kapasitas

Selanjutnya

Wagub lepas kontingen Raimuna XI Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe