Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Perjuangan warga Wenput (Yahukimo) selama 15 tahun, ‘terbayar’ kini
  • Rabu, 01 Agustus 2017 — 08:30
  • 935x views

Perjuangan warga Wenput (Yahukimo) selama 15 tahun, ‘terbayar’ kini

Sebagian masyarakat saat mendengar arahan panitia jelang peresmian Lapter Wenput. - Jubi/doc
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Setelah berjuang 15 tahun lamanya, masyarakat Wenput, distrik Kosarek, Kabupaten Yahukimo, kini terbayar sudah jerih payahnya untuk memiliki lapangan terbang (lapter) sendiri..

Hasil kerja swadaya masyarakat itu, akhirnya diresmikan oleh Bupati Yahukimo Abock Busup, MA, dan disaksikan anggota DPRD Yahukimo dari wilayah Ubalihi Esau Miran dan Nehemia Elopore, serta Ketua Klasis GKI Yalimo (yang baru terpilih) dan mantan ketua Klasis GKI Yalimo yang lama, beserta aparat pemerintahan kampung dan ratusan masyarakat setempat, pada Rabu, (19/7/2017).

Peresmian Lapter Wenput—panjang 480 meter dan lebar 30 meter—itu ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Bupati Abock Busup dan mantan ketua Klasis GKI Yalimo Pdt. Sina Mangenteno, S.Th, tertanggal 17 Juli 2017.

Bupati Abock mengapresiasi perjuangan masyarakat di distrik Kosarek yang tekun selama belasan tahun, bahkan sebelum kabupaten ini berdiri tahun 2003.

“Saya sangat apresiasi untuk masyarakat khususnya di Kosarek. Sebelum pemerintahan ada, masyarakat sudah kerja mandiri…hadapi banyak kendala juga tapi masih lanjut dan bisa terwujud. Saya ucapkan selamat,” kata Bupati Abok.

Batu prasasti, tanda peresmian lapter Wenput, yang ditandatangani Bupati Abock Busup, MA dan mantan Ketua Klasis GKI Yalimo Pdt. Sina Mangenteno, S.Th. “Saya juga senang karena masyarakat bisa tampilkan yang beda. Biasanya acara-acara peresmian kita gunting pita tapi di Kosarek, buat yang baru…buktinya dengan prasasti. Itu akan selalu dikenang setiap kita masuk ke sana,” lanjut Bupati, bangga.

Ratakan lapter pakai sekop

Sekretaris Pembangunan Lapter Wenput, Yahik Suhuniap, SE, mengatakan Lapter itu mulai dikerjakan masyarakat secara gotong royong pada 8 Maret 2000. Ia berada dibadan gunung. Pada ujung kedua lapter, menganga jurang dan kali. Dibagian lain, hutan lebat.

“Masyarakat bersama-sama sudah mulai kerja belasan tahun lalu, bahkan sebelum Yahukimo jadi kabupaten tahun 2003. Jadi, hitung-hitung, masyarakat kerja 15 tahun. Pesawat bisa masuk bawa bama, bawa guru, mantri, hamba-hamba Tuhan, itu yang buat kami senang,” ujar pemuda asli Kosarek itu kepada Jubi, Selasa (1/8/2017).

Potret kerja gotong royong masyarakat untuk membangun lapter, antara tahun 2009-2011. Pekerjaan dengan peralatan sederhana seperti sekop untuk meratakan lapangan itu sempat terhenti tahun 2006. Kemudian, berlanjut lagi tahun 2010. “Masyarakat kerja bertahap dengan alat-alat sederhana makanya baru selesai sekarang,” jelasnya.

Dengan adanya lapter yang hanya ‘beraspalkan’ tanah liat merah dan rerumputan itu, setidaknya memberi pilihan bagi masyarakat yang ingin ke kota meski harus merogoh lebih banyak biaya.

“Dulu, orang tua, saya juga waktu masih kecil, harus jalan kaki satu minggu untuk ke kota Dekai. Kalau ke Wamena lewat Yalimo lebih dekat, jalan hanya satu malam dua hari. Tapi sekarang dengan masuknya pesawat tidak perlu capek lagi, dua jam saja bisa tiba di Jayapura,” kenang Yahik, yang kini menjabat Kepala Komunikasi dan Informatika Yahukimo ini.

Kegembiraan juga diungkapkan Zakarias Tibul. “Berkat perjuangan masyarakat akhirnya kami bisa melihatnya dan nikmati hasilnya sekarang,” ucapnya.

Zakarias, yang juga Sekretaris panitia peresmian lapter, mengatakan lapangan yang hanya bisa didarati pesawat berukuran kecil jenis Pilatus itu, akan diperpanjang lagi, 250 meter. “Jadi panjangnya nanti menjadi 730 meter,” ujarnya.

Ia percaya, kampung halamannya akan berkembang dan berharap pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat setempat terlaksana dengan baik.

Subsidi

Saat ini, sebagain besar wilayah Yahukimo hanya mengandalkan pesawat sebagai transportasi utama.  Pemerintah Yahukimo berencana akan memberikan subsidi untuk 15 lapter yang tersebar di sejumlah distrik di daerah itu.

“Wenput masuk prioritas,” kata Bupati Abock, dalam sambutannya.

Hingga saat ini, Yahukimo sudah memiliki tujuh lapter yang aktif di masing-masing distrik: Sobaham, Nimin, Anggruk, Pasema, Silimo, Suru-suru, dan Holuwon. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Konflik dua marga: Siep vs Husage, pelaku pembunuhan diproses hukum

Selanjutnya

KNPB Yalimo tolak pembangunan polres dan polsek

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe