Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Remaja umur 14 tahun di Wamena jadi korban penculikan
  • Rabu, 02 Agustus 2017 — 07:47
  • 1407x views

Remaja umur 14 tahun di Wamena jadi korban penculikan

Illustrasi penculikan anak-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Akhir pekan lalu, remaja 14 tahuan di Wamena, menjadi korban penculitkan. Pelaku meminta uang tebusan kepada keluarga korban sebesar Rp500 juta.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengatakan modus yang digunakan adalah seorang lelaki yang berpura-pura memacari korban.

“Lalu komplotan penculik itu sejak awal sudah mengetahui bahwa keluarga korban ini merupakan keluarga berada, sehingga mereka menculik dan meminta uang tebusan,” kata Kapolres kepada wartawan di ruang kerjanya, Selsa (1/8/2017).

Kapolres mengaku telah mengantongi identitas pelaku. “Pelaku sendiri diketahui salah satu pegawai BUMN dan saat ini sedang diselidiki keberadaanya,” katanya. “Kasus ini juga sudah ada laporan dari keluarga dan meminta tebusan 500 juta.”

Kapolres menghimbau seluruh masyarakat di Yalimo, Nduga, Mamberamo Tengah dan Jayawijaya hingga ke seluruh daerah di pegunungan tengah Papua agar selalu dapat mewaspadai kasus penculikan anak.

“Masyarakat harus menjaga ketat anak-anak dan diawasi jika ke sekolah dan ke manapun akan berpergian. Segera lapor ke Polisi jika mengetahui keberadaan anak dan segera infomasikan ke kita untuk penanganan,” pesan Kapolres.

Kasus penculikan ini juga telah didengar oleh Yayasan Humi Inane (Suara Perempuan) yang memiliki program advokasi pada masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah.  

Menurut Etha—sapaan akrab Margaretha Wetipo—ini merupakan kasus penculikan anak yang pertama di Jayawijaya. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum, dan hal serupa tidak terjadi lagi di kota dingin itu.

“Kami harap kejadian serupa tidak terjadi lagi, sehingga kami harap polisi bisa kejar pelaku dalam waktu cepat, karena dengan kasus yang ada ini tidak lagi terjadi apalagi bisa didengar orang lain,” kata Etha Wetipo. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KNPB Yalimo tolak pembangunan polres dan polsek

Selanjutnya

Perekrutan 12 besar calon Panwas Mamteng dituding cacat hukum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe