Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. FLNKS-Kanaky gelar kampanye nasional, siap referendum tahun depan
  • Rabu, 02 Agustus 2017 — 17:19
  • 867x views

FLNKS-Kanaky gelar kampanye nasional, siap referendum tahun depan

Partai Pro Kemerdekaan Kaledonia Baru, Front de Liberation National Kanak Socialiste (FLNKS) telah menetapkan jadwal untuk mempersiapkan orang-orang Kanaky menghadapi penyelenggaraan referendum yang sangat penting tahun depan, yang dijadwalkan berlangsung bulan November 2018.
Ilustrasi keluarga perempuan Kanaky - IST
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Noumea, Jubi - Partai Pro Kemerdekaan Kaledonia Baru, Front de Liberation National Kanak Socialiste (FLNKS) telah menetapkan jadwal untuk mempersiapkan orang-orang Kanaky menghadapi penyelenggaraan referendum yang sangat penting tahun depan, yang dijadwalkan berlangsung bulan November 2018.

Pada bulan Maret 2017 lalu, selama kongres XXXVème FLNKS di provinsi utara, kerja-kerja untuk mengampanyekan kemerdekaan telah ditetapkan. Dan FLNKS mulai meluncurkan proyek kampanye penyadarannya selama enam bulan, menargetkan orang-orang Kanaky di seluruh negeri dan luar negeri guna menjelaskan kepada mereka proses referendum dan pembentukan pemerintahan berdaulat yang baru setelah referendum.

Mickael Forrest, sekretaris FLNKS untuk hubungan eksternal mengatakan kepada PACNEWS di Suva bahwa respon masyarakat sangat antusias dan orang-orang Kanaky sekarang mengerti pentingnya pemungutan suara pada bulan November 2018 mendatang.

"Tim kami melakukan perjalanan ke berbagai provinsi dan berbicara pada kepala-kepala daerah dan rakyat di kampung-kampung serta di perkotaan. Kami ingin memastikan bahwa pemungutan suara untuk kemerdekaan sangat penting bagi masyarakat asli Kaledonia Baru,” ujarnya.

FLNKS juga akan mengadakan sebuah konvensi pada tanggal 26 Agustus untuk mendengar laporan hasil kampanye penyandaran referendum tersebut di tingkat nasional, regional dan internasional.

Forrest mengatakan konvensi 26 Agustus akan memetakan strategi pada tingkat berikutnya yakni persoalan Kaledonia Baru terhadap referendum kemerdekaan dalam waktu 15 bulan.

Tidak ada tanggal yang ditetapkan terkait pemungutan suara nasional, tetapi seperti diketahui pertemuan apa yang disebut Komite Penandatanganan (sebuah kelompok tripartit yang terdiri dari semua pihak dalam Perjanjian Noumea) pada bulan November tahun ini diperkirakan akan menetapkan tanggal dan daftar pemilihan untuk Referendum 2018 tersebut.

Forrest optimis 15 bulan yang tersisa untuk pemungutan suara adalah waktu yang cukup untuk menyelesaikan kampanye mereka, menargetkan lebih dari 100.000 orang asli Kanaky.

Dia mengatakan salah satu tantangan yang terus menghadang di hadapan Partai menjelang referendum November adalah penentuan daftar pemilih, yang menyebabkan banyak masalah bagi FLNKS.

"Misi Pemantauan PBB telah menghasilkan dua laporan yang mendesak Prancis untuk membuat daftar pemilih yang kredibel, otentik, dan transparan. Dokumen tersebut menurut kami tidak dapat dipercaya dan tidak transparan karena lebih dari 20.000 orang asli Kanaky masih belum masuk daftar itu. Meskipun ada penjelasan teknis mengapa nama-nama tersebut tidak terdaftar, tapi bagi kami isu tersebut bersifat politis,” kata Forrest.

Dia mengatakan bahwa FLNKS akan kerja keras menggunakan setiap jalan yang ada, baik melalui lobi politik dan diplomatik untuk memastikan nama-nama tersebut kembali disertakan pada daftar pemilih sebelum November tahun depan.

 

Pelaksanaan program kerja MSG

Bersamaan dengan kampanye tersebut adalah pelaksanaan Program Kerja Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk FLNKS, yakni mempersiapkan kelompok pro-kemerdekaan untuk mengambil kepemimpinan jika pemungutan suara tersebut mengesahkan kemerdekaan dari Prancis.

"Pada Maret tahun ini, kami berangkat ke Vanuatu untuk mempelajari sistem perbankan dan keuangan negeri itu, melakukan pertemuan dengan Kehakiman, urusan dalam dan luar negeri dan bertemu beberapa Pemimpin berpengaruh Vanuatu seperti mantan Perdana Menteri Barak Sope dan Joe Natuman serta Pemimpin lainnya,” kata Forrest.

Misi lain yang sudah dijadwalkan adalah melakukan studi serupa ke negara-negara MSG lainnya, seperti Fiji dan Kepulauan Solomon serta Papua Nugini sebelum akhir tahun ini.

Kunjungan studi ini guna membantu membiasakan para pemimpin FLNKS menangani urusan-urusan kenegaraan seperti keuangan, peradilan, urusan luar negeri, pertahanan dan ketertiban umum, sebagai lima bidang pemerintahan Kaledonia Baru masih ditangani dari Paris. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Solomon peringati 75 tahun Pertempuran Guadalcanal

Selanjutnya

Solomon deklarasikan taman nasional di lokasi pertempuran Perang Dunia ke II

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe