Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Sumatera
  3. Lokasi rekonstruksi korupsi Gubernur Bengkulu dijaga ketat
  • Rabu, 02 Agustus 2017 — 17:21
  • 764x views

Lokasi rekonstruksi korupsi Gubernur Bengkulu dijaga ketat

Kepolisian menyiagakan satuan Brimob, sabhara polda dengan personel bersenjata lengkap, dan satuan lalu lintas yang memberlakukan buka tutup sementara ruas jalan lokasi rekonstruksi. Kepolisian juga menyiagakan unit kendaraan taktis barracuda.
Gubenur Bengkulu non aktif (kanan) Ridwan Mukti, dan istrinya Lily Martiani Maddari (kiri). Jubi/Merdeka.com
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Bengkulu, Jubi - Kepolisian Dearah Provinsi Bengkulu menjaga ketat tempat KPK menggelar rekonstruksi korupsi Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno di Bengkulu, Rabu, menyebutkan kepolisian menyiagakan personel di seluruh lokasi rekonstruksi.

"Personel yang disiagakan cukup yang dilapangan, tapi kalau diperlukan tambahan, kita siap sesuai perkembangan situasi," kata dia.

Kepolisian menyiagakan satuan Brimob, sabhara polda dengan personel bersenjata lengkap, dan satuan lalu lintas yang memberlakukan buka tutup sementara ruas jalan lokasi rekonstruksi. Kepolisian juga menyiagakan unit kendaraan taktis barracuda.

Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar rekonstruksi dugaan kasus korupsi istri beserta Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti pada Rabu 2 Agustus 2017.

Ridwan Mukti, istri Lily Martiani Maddari, dua tersangka lain, Joni Wijaya, Rico Dian Sari bersama tim KPK diterbangkan ke Bengkulu menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA296.

Rombongan sampai di Bandara Fatmawati Kota Bengkulu sekitar pukul 08.50 WIB, selanjutnya rombongan bertolak langsung ke tempat kejadian perkara di rumah pribadi Ridwan Mukti di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu dan sampai sekira pukul 09.30 WIB.

Ridwan Mukti dan tiga tersangka lagi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada Selasa 20 Juni 2017. Ridwan Mukti beserta istri dan Rico Dian Sari diduga menerima fee dari Jhoni Wijaya terkait proyek jalan di dua Kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Jhoni Wijaya (JHW) disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (*)




 

#

Sebelumnya

Pemkab Jayapura bangun rumah untuk ASN 

Selanjutnya

Bupati Jayapura terima penghargaan dari Koran Sindo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe