Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Protes, jenazah Yulianus Pigai diletakkan di depan Mapolsek Tigi
  • Rabu, 02 Agustus 2017 — 19:02
  • 6302x views

Protes, jenazah Yulianus Pigai diletakkan di depan Mapolsek Tigi

“Kami akan tinggalkan jenazah Yulianus di sini saja. Tidak mau dikuburkan, biar mereka (aparat) makan sudah. Mereka bunuh karena mereka mau makan dia,” teriak Elias Pakage di depan Mapolsek Tigi, Rabu, (2/8/2017).
Jenazah Yulianus Pigai yang diletakkan di depan teras Mapolsek Tigi sebagai bukti protes atas kinerja polisi dan Brimob, Rabu, (2/8/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi – Rakyat Tigi di Kabupaten Deiyai, Papua meletakkan jenazah Yulianus Pigai, salah satu korban penembakan, di teras Mapolsek Tigi Rabu, (2/8/2017) pagi.

Mereka meletakkan jenazah Pigai sebagai bentuk protes, dan meminta pertanggungjawaban pelaku yang diduga oknum anggota polisi dan Brimob setempat.

Keluarga korban, Elias Pakage mengatakan, jenazah tersebut tidak akan dikebumikan apabila tidak ada tanggapan serius dari kepolisian dan Brimob, serta PT. Putra Dewa Paniai yang mengundang aparat untuk membubarkan warga.

“Kami akan tinggalkan jenazah Yulianus di sini saja. Tidak mau dikuburkan, biar mereka (aparat) makan sudah. Mereka bunuh karena mereka mau makan dia,” teriak Elias Pakage di depan Mapolsek Tigi, Rabu, (2/8/2017).

Dikatakan Pakage, jika tidak mau bertanggungjawab pihaknya sepakat untuk menguburkan jenazah Pigai di halaman kantor tersebut, sebagai bukti aparat bukannya melindungi masyarakat tapi membunuh dengan brutal.

“Kami sudah sepakat. Biarkan mayat ini busuk di sini saja. Atau, kalau mau kita kuburkan saja di halaman Polsek ini. Itu sudah komitmen,” jelasnya.

Asisten I Setda Deiyai, Simon Mote mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan itu pihaknya telah mengundang keluarga korban dan aparat untuk mencari solusi agar jenazah itu dikebumikan.

“Kami mediasi dengan keluarga korban dulu. Tidak baik kan kasih biarkan jenazah ini membusuk di depan Polsek. Jadi, kita bicarakan baik-baik lalu kasih kuburkan dia,” ungkap Simon Mote.

“Jadi, kami minta kepada semua masyarakat Deiyai agar tetap tenang dan mencari solusi apakah kita kuburkan di rumah atau pekuburan umum atau di mana. Yang terpenting adalah selamatkan ruh dan jasad dari almarhum ini, biar dia tenang,” katanya.

Kepala suku besar Deiyai, Frans Mote mengatakan, diletakkannya mayat itu agar ada pemahaman terhadap kepolisian bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan, yang tidak boleh dibunuh sembarangan.

“Kita sama-sama manusia, yang diciptakan oleh Tuhan. Kenapa ada penembakan sampai tewaskan korban lagi. Ini masalah, sehingga masyarakat taruh mayat di depan Polsek. Kita segera cari solusi. Yang jelas pelaku adalah polisi dan Brimob di bawah pimpinan Kapolsek Tigi,” tegasnya. (*)   
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Legislator Papua : tarik Brimob dari wilayah pegunungan Papua

Selanjutnya

Penembakan Deiyai, Papua : Polisi tolak tarik brimob, minta warga taat hukum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe