Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Perekrutan 12 besar calon Panwas Mamteng dituding cacat hukum
  • Rabu, 02 Agustus 2017 — 20:00
  • 1376x views

Perekrutan 12 besar calon Panwas Mamteng dituding cacat hukum

Tes wawancara yang sedang dilalui 12 orang calon Panwas Kabupaten Mamberamo Tengah di Aula Polres Jayawijaya. - Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kinerja tim seleksi dalam perekrutan anggota Panwas Kabupaten Mamberamo Tengah, yang sudah pada tahap 12 besar ini terus dipertanyakan. Delapan dari 12 orang calon anggota Panwas Mamteng itu disebut-sebut masih aktif menjabat di kantor pemerintahan Mamteng.

Pada Rabu (2/8/2017), bertempat di Aula Polres Jayawijaya, tim seleksi calon anggota Panwas Mamteng melangsungkan tes wawancara terhadap 12 orang calon untuk kemudian disaring menjadi lima besar.

Pada tahap 12 besar ini, masyarakat Mamberamo Tengah, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Demokrasi dan Pembangunan Mamberamo Tengah, menilai masih terjadi kejanggalan. Tim seleksi dituding ‘ngotot’ meloloskan sebagian besar calon yang mengikuti tes wawancara tersebut, padahal mereka masih berstatus pejabat eselon III di kantor pemerintah Mamteng.

“Hanya empat nama yang orang biasa...artinya yang delapan itu bermasalah secara aturan ASN. Mereka semua pejabat eselon III yang masih aktif sampai sekarang. Ini yang buat kami heran, kenapa bisa lolos? Bagaimana fungsi panitia perekrutan ini? Di sini, jelas sekali ada yang tidak beres," kata Nius Yikwa, yang mengaku mengantongi identitas para calon tersebut, kepada Jubi di Jayapura, Rabu (3/8/2017).

Nius mengingatkan, berdasarkan UU ASN No. 11/2015, Pasal 85 huruf I, diterangkan bahwa perekrutan anggota Panwas tidak diperbolehkan dari ASN karena dapat menimbulkan konflik di lapangan.

Dia mengatakan, fungsi kontrol masyarakat terhadap proses perekrutan calon anggota Panwas agar berjalan pada jalurnya telah dilakukan masyarakat melalui Forum ini sejak tahap awal hingga menjaring 30 nama calon. Pada tahap itu, kata Nius, bahkan ada pengakuan dari tim seleksi bahwa 90 persen pendaftar adalah ASN Mamteng. Kemudian, pada tahap selanjutnya hingga menjaring 12 nama—yang baru diwawancara kemarin—masih diloloskan sekiranya delapan calon yang disebut menjabat sebagai pejabat eselon III di Mamteng.

“Delapan orang itu, sejak awal, sudah cacat secara aturan…tapi kok panitia seleksi masih bisa loloskan? Ini sengaja atau pura-pura tutup mata?” tanya Nius, yang sesali proses rekrut yang tersebut dan mengatakan, “Ini kalau tidak diklarifikasi Panwas dan Bawaslu Provinsi, saya percaya bisa lahirkan konflik sosial saat Pilkada 2018 nanti,” ucapnya.

Sekjen Forum ini, Welingson Karoba, berpendapat, “Kalau masih meloloskan lima dari 12 nama yang sudah cacat hukum itu, berarti ada intervensi dari pemangku kepentingan politik di daerah,” ujarnya.

Welingson menilai, tindakan tim seleksi saat ini sudah mencoreng nama baik lembaga independensi Panwas baik di tingkat Kabupaten Mamteng maupun Panwas tingkat Provinsi Papua.

Timsel jamin rekrutmen sesuai aturan

Terpisah, Ketua tim seleksi anggota Panwas Kabupaten Mamberamo Tengah, Ham Kepno menegaskan, perekrutan calon anggota panwas Mamteng sudah dilakukan sesuai prosedur dari Bawaslu.

Ham mengakui, dari ratusan pendaftar awal memang ada yang berstatus sebagai ASN. Ia menjelaskan, sesuai aturan, yang wajib mengundurkan diri ialah pegawai negeri pada jabatan fungsional di masing-masing OPD. Seperti eselon IV dan III dengan jabatan seperti kepala bidang, kasubag.

“Sejauh ini sudah tiga orang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Memberamo Tengah, telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan di masing-masing instansi sebagai syarat menjadi anggota panitia pengawas (Panwas) pilkada 2018,” ujarnya usai tes wawancara anggota panwas Mamberamo Tengah.

“Jika hanya staf biasa dan tidak memiliki jabatan, tidak harus mengundurkan diri dari pegawai negeri,” jelasnya. Ia mengaku sudah ada beberapa calon yang mengundurkan diri, “Suratnya ada di kami.” (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Remaja umur 14 tahun di Wamena jadi korban penculikan

Selanjutnya

Pengamanan Pilkada Jayawijaya, Polres ajukan Rp15 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe