Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Tembok perbatasan AS-Meksiko ancam spesies langka
  • Kamis, 03 Agustus 2017 — 16:37
  • 1290x views

Tembok perbatasan AS-Meksiko ancam spesies langka

Houston, Jubi - Tembok yang direncanakan dibangun oleh AS di sepanjang perbatasannya dengan Meksiko akan membahayakan lebih dari 100 spesies yang terancam punah, demikian isi siaran pers yang disiarkan pada Rabu (2/8) oleh Rice University of Texas.
Seorang anak melintas di tembok perbatasan AS-Meksiko di Sun Park, Amerika Serikat. Jubi/Reuters
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Houston, Jubi - Tembok yang direncanakan dibangun oleh AS di sepanjang perbatasannya dengan Meksiko akan membahayakan lebih dari 100 spesies yang terancam punah, demikian isi siaran pers yang disiarkan pada Rabu (2/8) oleh Rice University of Texas.

Scott Egan, Asisten Profesor Ekologi dan Biologi Evolusioner di Rice University, mengatakan tembok tersebut akan mengubah keseimbangan alam di sepanjang daerah perbatasan itu, sehingga membuat margasatwa terancam, termasuk lebih dari 100 spesies langka.

Egan mengatakan ada dua fenomena penting untuk dipertimbangkan ketika membangun setiap jenis penghalang yang mengganggu gerakan hewan atau tanaman, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang (03/08/2017).

Pertama, katanya, penghalang seperti itu akan mengakibatkan penyempitan populasi, dan kedua, penghalang terhadap perubahan gen alamiah akan mengakibatkan tekanan pengembang-biakan atau penurunan kebugaran populasi.

Selain resiko terhadap tanaman dan hewan, Egan mengatakan bukti juga mengungkapkan dampak negatif pada manusia.

Terlebih lagi, Egan prihatin terhadap dua potensi dampak lain: pemutusan jalur migrasi alamiah dan besarnya perluasan pada masa depan yang dikendalikan oleh perubahan iklim.(*)

 

loading...

#

Sebelumnya

Satu juta lebih anak gizi buruk di Yaman terancam Kolera

Selanjutnya

PBB temukan kuburan massal di Mali

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe