Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kadepa : berbagai peristiwa di Papua mengancam keutuhan NKRI
  • Kamis, 03 Agustus 2017 — 16:47
  • 1497x views

Kadepa : berbagai peristiwa di Papua mengancam keutuhan NKRI

Ia mengatakan, kasus terbaru terjadi di Deiyai, 1 Agustus 2017. Beberapa warga sipil terluka dan satu meninggal dunia akibat tertembus timah panas yang diduga ditembakkan anggota Brimob dan polisi. Jika kondisi ini berlanjut, katanya, dikhawatirkan mengancam keutuhan NKRI sebab tidak ada lagi rasa percaya masyarakat kepada negara.
Ilustrasi korban penembakan di Deiyai - Dok, Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi politik, pemerintahan, hukum dan HAM menyatakan, berbagai peristiwa kekerasan yang diduga dilakukan aparat keamanan terhadap warga sipil di Papua selama ini, telah mencoreng citra negara, terutama di mata dunia internasional. 

Ia mengatakan, kasus terbaru terjadi di Deiyai, 1 Agustus 2017. Beberapa warga sipil terluka dan satu meninggal dunia akibat tertembus timah panas yang diduga ditembakkan anggota Brimob dan polisi. Jika kondisi ini berlanjut, katanya, dikhawatirkan mengancam keutuhan NKRI sebab tidak ada lagi rasa percaya masyarakat kepada negara.

"Peristiwa demi peristiwa mencoreng nama negara di mata dunia. Dalam berbagai kasus masyarakat tidak mendapat keadilan. Meski jelas-jelas ditembak, tapi aparat keamanan seakan tidak salah. Lama-kelamaan NKRI bisa hancur," kata Kadepa, Kamis (3/8/2017).

Menurutnya, kondisi ini akan berdampak terhadap negara dan menimbulkan tanda tanya dari dunia internasional.

"Kalau kondisi ini terus terjadi, tidak mungkin dunia internasional akan diam saja. Suatu saat mereka akan mengintervensi," ujarnya.

Dalam kasus penembakan di Deiyai kata politikus Partai NasDem itu, kepolisian menyatakan anggotanya tidak bersalah dan tidak setuju anggota Brimob ditarik. Justru meminta masyarakat yang harus taat hukum. 

"Ini seakan mereka selalu dalam posisi benar, sementara aspirasi masyarakat cukup kuat untuk menjadi alasan kami apakah membentuk tim atau seperti apa," katanya.

Ia pesimis kepolisian dapat menuntaskan kasus Deiyai. Untuk itu, pihaknya mendukung jika masyarakat, kelompok sipil, LSM atau tim independen mendorong kasus ini kepangadilan HAM atau ke ranah mana saja, yang penting tidak terkait dengan institusi kepolisian. 

Di tempat yang sama, legislator Papua dari daerah pemilihan Deiyai dan kabupaten sekitarnya, Decky Nawipa mengatakan, kasus Deiyai berawal dari laporan pihak perusahaan, PT. Putra Dewa Paniai. Untuk itu pihak perusahaan juga harus bertanggungjawab.

"Perusahaan ini mengelola proyek APBD kabupaten di wilayah Meepago, tapi tidak mempedulikan masyarakat di sana. Perusahaan ini harus angkat kaki dari wilayah Meepago," kata Decky.

Menurutnya, sejak dulu perusahaan tersebut sering menggunakan aparat keamanan saat menghadapi masyarakat. Pihaknya mendesak bupati di wilayah Meepago terutama Deiyai, Dogiyai dan Paniai, untuk tidak lagi menggunakan jasa perusahaan tersebut dalam pengerjaan infrastruktur dan lainnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Satu korban penembakan di Deiyai akan dirujuk

Selanjutnya

Emus: Kapolda dan Kasat Brimob bertanggungjawab dalam kasus Deiyai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe