Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat Waan akan dilatih membuat ikan asin
  • Kamis, 03 Agustus 2017 — 16:50
  • 522x views

Masyarakat Waan akan dilatih membuat ikan asin

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke akan memprogramkan pelatihan pembuatan ikan asin bagi nelayan di Distrik Waan. Rencana ini merespon keluhan para nelayan yang memilih membuang ikan hasil tangkapannya yang berlimpah karena sulit dijual.
Ikan hasil tangkapan nelayan di Distrik Waan Kabupaten Merauke yang dibuang begitu saja - Jubi
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi –  Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke akan memprogramkan pelatihan pembuatan ikan asin bagi nelayan di Distrik Waan. Rencana ini merespon keluhan para nelayan yang memilih membuang ikan hasil tangkapannya yang berlimpah karena sulit dijual.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke,  Suhono Suryo, mengakui salah satu distrik yang kaya  potensi ikan adalah Distrik Waan. Sehingga tak mengherankan  saat  menjaring, ikan yang didapatkan mencapai ribuan ekor.

“Memang sekarang, masyarakat lebih banyak mengambil gelembungnya. Sedangkan ikan, dibuang begitu saja. Karena harga gelembung dari waktu ke waktu terus meningkat,” kata Suhono, kepada Jubi, Kamis (3/8/2017).

Dalam waktu dekat, lanjut dia, akan diprogramkan untuk pelatihan  pembuatan ikan asing di beberapa kampung di Distrik Waan yang menjadi sentra produksi. 

“Saya akan programkan dan nantinya staf akan turun ke kampung memberikan pelatihan,” ujarnya.

Namun demikian, jelas dia, perlu koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

“Kami tak bisa bekerja sendiri melatih masyarakat tentang proses pengolahan ikan asing,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga akan membangun komunikasi bersama investor yang siap menampung ikan dari masyarakat.

“Kita harus komunikasi secara rutin. Karena tentunya investor perlu menghitung cost atau anggaran yang harus disiapkan terlebih dahulu,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, Distrik Waan termasuk salah satu daerah yang jauh di pedalaman. Selain itu, perlu kesamaan standard harga ikan yang dijual masyarakat.

“Beberapa item itu perlu dirumuskan terlebih dahulu. Maksudnaya agar investor juga tidak hanya satu atau dua kali membeli ikan dari warga, tetapi bisa rutin. Apalagi kita tahu bersama Waan termasuk daerah yang memiliki ikan sangat banyak,” ujarnya.

Abukasim Maswatu, salah seorang nelayan di Distrik Waan, mengaku setiap hari, ribuan ikan dari beberapa jenis seperti kakap dan mubara, dijaring  nelayan lokal. Pemasaran ikan menjadi masalah sehingga hanya gelembung ikan saja yang diambil untuk dijual.

“Ikannya dibuang begitu saja atau dikubur. Kita berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merauke terhadap hasil tangkapan ikan nelayan. Minimal ada yang siap membeli di tempat,” pintanya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Prajurit TNI di perbatasan RI-PNG rutin pantau patok

Selanjutnya

Plt Kepala Kantor Imigrasi Merauke sesalkan pernyataan Danpos Sota

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe