Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kapolda Papua minta maaf kepada keluarga korban Deiyai
  • Jumat, 04 Agustus 2017 — 14:26
  • 602x views

Kapolda Papua minta maaf kepada keluarga korban Deiyai

"Nanti dilihat bagaimana prosedur dalam penanganan aksi masyarakat yang dinilai anarkis. Kami ingin melihat fakta-fakta yang terjadi sebelumnya seperti apa. Sebab-sebab petugas kami melakukan tugas kepolisian. Jadi sebab akibatnya kami teropong," ujarnya. 
Salah satu korban kejadian di Deiyai - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar meminta maaf kepada masyarakat Papua, khususnya keluarga korban yang diduga ditembak anggota Brimob dan polisi di Kampung Oneibo, Distrik Tigi Kabupaten Deiyai, 1 Agustus 2017.

"Polda Papua menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di Deiyai. Itu pertama dulu, kami sampaikan maaf kepada masyarakat Papua, khususnya keluarga masyarakat yang terkena tembak oleh petugas," kata Boy Rafli Amar kepada wartawan usai gelar pasukan di lapangan Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, setelah kejadian, Polda Papua membentuk tim investigasi yang terdiri dari Kabid Propam, Kasat Brimob, Kabid Kum, Direskrim, dan berangkat bersama Komnas HAM perwakilan Papua ke Deiyai.

"Nanti dilihat bagaimana prosedur dalam penanganan aksi masyarakat yang dinilai anarkis. Kami ingin melihat fakta-fakta yang terjadi sebelumnya seperti apa. Sebab-sebab petugas kami melakukan tugas kepolisian. Jadi sebab akibatnya kami teropong," ujarnya. 

Katanya, pihak Propam akan menangani berkaitan dengan dengan masalah ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku terhadap anggota Polri, termasuk Peraturan Kapolri (Perkap) yang mengatur penanggulangan anarkisme.

"Kami punya Perkap nomor 1 tahun 2010, itu berlaku selama ini dan selalu itu yang dilakukan. Kami ingin melihat apakah tindakan ini benar atau tidak. Demikian juga fakta-fakta dari sisi yang ditemukan Komnas HAM seperti apa. Kami akan padukan, sinkronkan dan tarik kesimpulan apa yang terjadi sebenarnya," katanya.

Dikatakan, kini informasi kronologis kejadian masih simpang siur. 

"Sekarang ini masih simpang siur, berdasarkan laporan dari satuan kewilayahan yang sudah kami terima, itulah yang beredar dari masyarakat. Tapi kami menunggu tim ini bekerja. Semoga tiga empat hari selesai," imbuhnya. (*) 

Sebelumnya

Dewan adat Meepago temui Komisi I DPRP terkait kasus Deiyai

Selanjutnya

Kapolda Papua: anggota dibekali peluru karet dan tajam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe