Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kapolda Papua: anggota dibekali peluru karet dan tajam
  • Jumat, 04 Agustus 2017 — 14:33
  • 625x views

Kapolda Papua: anggota dibekali peluru karet dan tajam

"Senjata aparat itu sudah disita. Itu sudah dilakukan. Mengenai peluru tajam, petugas itu punya dua peluru, peluru karet dan peluru tajam. Yang terpenting, legalitas penggunaannya. Sah atau tidak. Dapat dipertanggungjawabkan atau tidak," katanya kepada wartawan usai gelar pasukan di lapangan Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/8/2017).
Selongsong peluru tajam yang ditemukan di lokasi - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar menyatakan, dalam bertugas anggota Polri dibekali dua jenis peluru yakni peluru karet dan tajam.

Hal itu dikatakan Boy Rafli terkait penembakan beberapa warga sipil di Kampung Oneibo, Distrik Tigi Kabupaten Deiyai, 1 Agustus 2017, yang diduga dilakukan anggota Brimob dan polisi. 

"Senjata aparat itu sudah disita. Itu sudah dilakukan. Mengenai peluru tajam, petugas itu punya dua peluru, peluru karet dan peluru tajam. Yang terpenting, legalitas penggunaannya. Sah atau tidak. Dapat dipertanggungjawabkan atau tidak," katanya kepada wartawan usai gelar pasukan di lapangan Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, senjata dan peluru melekat kepada anggota Polri. Dalam undang-undang, dibenarkan polisi membawa senjata. Namun masalahnya dalam legal aspek, benar atau tidak penggunannya. "Itu yang harus dicari tahu. Ada dua peluru yang dibekali tajam dan karet. Jadi fakta yang ditemukan nanti yang akan menarik kesimpulan," ujarnya.

Katanya anggota Polri yang terkait harus diperiksa, baik itu anggota Brimob maupun anggota Polsek Tigi yang ketika itu berada di lokasi. 

"Masyarakat juga perlu dimintai keterangan. Kami berikan waktu kepada tim pencari fakta agar mencari fakta secara objektif. Mencari kebenaran berdasarkan fakta bukan karena asumsi. Sudah kurang lebih tujuh orang diperiksa dari kemarin," katanya.

Penting lanjut Boy, meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan masyarakat untuk mengetahui kenapa peristiwa ini terjadi. 

"Ini bukan tiba-tiba. Ada sebab ada akibat. Ada aturan hukum yang berlaku, pidana umum, aturan hukum yang berkaitan dengan tindakan kepolisian," imbuhnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Kapolda Papua minta maaf kepada keluarga korban Deiyai

Selanjutnya

Saksi sebut penembakan atas perintah Kapolsek Tigi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe