Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Sekda: Harus ada dana pemberdayaan perempuan di kampung
  • Jumat, 04 Agustus 2017 — 16:23
  • 913x views

Sekda: Harus ada dana pemberdayaan perempuan di kampung

Sekretaris Daerah Jayawijaya, Yohanes Walilo, mengakui setiap dana kampung yang disalurkan, didalamnya terdapat anggaran untuk pemberdayaan perempuan khusus bagi mama-mama Papua.
Caption: Mama-mama yang menuntut adanya dana pemberdayaan perpemuan dari pencairan dana desa-Jubi/Islami Mama-mama yang menuntut adanya dana pemberdayaan perpemuan dari pencairan dana desa-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Sekretaris Daerah Jayawijaya, Yohanes Walilo, mengakui setiap dana kampung yang disalurkan, didalamnya terdapat anggaran untuk pemberdayaan perempuan khusus bagi mama-mama Papua.

“Semua itu tergantung dari APBD desa. Mungkin desa yang bersangkutan yang tidak menganggarkan namun setahu saya semua itu ada seperti dana pemberdayaan perempuan, dana untuk pemuda juga ada,” kata Yohanes Walilo, kepada wartawan, usai membuka Pameran Budaya di Gedung Ukumearek Asso Wamena, Jumat (4/8/2017).

Aspirasi dari berbagai mama-mama tentang tidak adanya anggaran untuk para perempuan dari pencairan dana desa di Kampung Honai Lama 2, menurut Sekda hal itu baru mendapat laporan. Jika itu benar dirinya menilai kemungkinan oknum kepala desanya yang kurang terbuka.

“Seharusnya itu disalurkan kepada mama-mama agar bisa digunakan. Pemerintah daerah akan melakukan pengecekan terhadap kampung Honai Lama 2 untuk dipanggil kepala desa yang bersangkutan. Nanti melalui SKPD teknis kami akan cek masalah itu. Dana disalurkan atau tidak jangan nanti kalau sudah ada laporan seperti ini baru SPJ nya dimasukkan itukah tidak boleh dan tidak benar,” kata Sekda.

Sekda mengatakan dana kampung sudah dicairkan sejak Senin (31/7/2017) untuk 40 distrik, namun diharapkan dana ini harus terbagi semuanya tapi masih ada 20-an lebih kampung yang belum dilakukan pencairan karena masih bermasalah.

“Jika tidak bermasalah seperti APBD kampung dan pertanggungjawaban penggunaannya jelas, pasti akan dilayani sesuai petunjuk. Di dalam anggaran itu juga ada untuk pemberdayaan perempuan yang diperuntukkan untuk modal usaha, disamping kebutuhan pembangun fisik,” terangnya.

Sebelumnya, belasan mama-mama yang kesehariannya berjualan di pasar mempertanyakan tidak adanya dana untuk pemberdayaan perempuan di Kampung Honai Lama 2 Jayawijaya yang masuk dalam anggaran yang disalurkan ke setiap kampung.

“Kami semua ini masuk warga di Kampung Honai Lama 2, tetapi ketika kita tanyakan ke kepala kampung, mereka bilang kami tidak bisa terima dana karena bukan merupakan warga Honai Lama 2 melainkan warga kelurahan Wamena,” kata Mama Ros Kossy.

Padahal sebelumnya, ujar Mama Ros, dia bersama teman-temannya telah diminta kumpulkan KTP untuk perubahan baru, namun setelah dikumpulkan KTP tidak dibawa ke Dinas Kependudukan sehingga akhirnya dari belasan mama-mama yang terdaftar hanya dua orang.

“Dari situ ada satu ibu bilang kami tuh makan dua piring, akhirnya saya baku marah dengan ibu itu. Padahal bertahun-tahun kami tidak pernah makan dua piring, yang kami tahu desa kami di Honai Lama 2 tetapi kenapa nama-nama kami tidak ada,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Ketua KNPI Yalimo serahkan satu unit komputer kepada BP HMKY

Selanjutnya

Ketua Komisi C DPRD Yalimo Buka Pembekalan Maba HMKY 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe