Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Plt Kepala Kantor Imigrasi Merauke sesalkan pernyataan Danpos Sota
  • Jumat, 04 Agustus 2017 — 16:38
  • 1491x views

Plt Kepala Kantor Imigrasi Merauke sesalkan pernyataan Danpos Sota

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Imigrasi Kabupaten Merauke, Asran Siregar, menyesalkan pernyataan Komandas Pos (Danpos) Sota, Syamsul Islam, setelah memberikan pernyataan terkait pelayanan terhadap pelintas batas dari Papua Nugini yang hanya dilakukan dari Senin sampai Jumat. Sedangkan Sabtu dan Minggu, pelayanan tak berjalan lantaran petugas imigrasi di kota.
Plt Kepala Imigrasi Merauke, Asran Siregar bersama salah seorang stafnya saat berikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Imigrasi Kabupaten Merauke, Asran Siregar, menyesalkan pernyataan Komandas Pos (Danpos) Sota, Syamsul Islam, setelah memberikan pernyataan terkait pelayanan terhadap pelintas batas dari Papua Nugini yang hanya dilakukan dari Senin sampai Jumat. Sedangkan Sabtu dan Minggu, pelayanan tak berjalan lantaran petugas imigrasi di kota.

Hal itu disampaikan Siregar kepada Jubi di ruang kerjanya, Jumat (4/8/2017).

“Perlu saya jelaskan bahwa pelayanan oleh petugas Imigrasi di Sota dilakukan dari Senin sampai Minggu. Karena ada staf tinggal disana dan tak biasa turun ke kota,” katanya.

Dijelaskan, telah ada basic agreement tahun 2013 dan special arrangements  (pengaturan khusus) bagi kegiatan lintas batas trandisional serta kebiasaan antara Republik Indonesia serta Papua Nugini tahun 2014.

Kesepakatan itu adalah pelayanan pos Imigrasi Sota, demikian Siregar, untuk pemeriksaan keimigrasian bagi para pelintas batas tradisional bagi WNI maupun PNG, dilaksanakan setiap hari dari Senin sampai Minggu.

Lebih lanjut dikataka, pemberian izin masuk maupun keluar baik WNI maupun warga PNG, berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 Wit. Penetapan waktu itu telah disepakati bersama antara kedua negara, guna menjaga keamanan serta ketertiban bagi pelintas batas tradisional.
 

“Jadi, kami tidak pernah menutup pos Imigrasi Sota selama tak ada permintaan atau pemberitahuan  dari pejabat berwenang dari kedua belah pihak,” tegasnya.

Penutupan pos, katanya,  dapat dilakukan untuk sementara waktu  apabila sedang dalam situasi khusus yang dinyatakan pejabat berwenang dari kedua belah pihak. Misalnya,  dilangsungkan pilkada, pemilu, serta situasi khusus lainnya baik di RI maupun PNG.

“Jadi, kami tak pernah menolak warga pelintas batas dari PNG yang datang di Sota. Pelayanan dilakukan rutin setiap hari dari Senin sampai Minggu. Terus terang, saya sesalkan pernyataan Danpos itu,” ujarnya.
 

Sebelumnya, Danpos Sota, Syamsul  Islam, mengaku pelayanan terhadap pelintas batas dari PNG hanya berlaku hari Senin sampai Jumat, lantaran Sabtu dan Minggu, petugasnya sedang berada di kota.

Saat masuk di perbatasan, katanya, barang bawaan diperiksa, termasuk dokumen sebagai pelintas batas.

“Itu rutin kami lakukan, sebelum diserahkan kepada petugas Imigrasi,” tuturnya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Masyarakat Waan akan dilatih membuat ikan asin

Selanjutnya

Tim pengawasan orang asing di perbatasan Sota dibentuk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe