Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Masyarakat Papua diingatkan waspada cuaca ekstrem
  • Jumat, 04 Agustus 2017 — 16:52
  • 1695x views

Masyarakat Papua diingatkan waspada cuaca ekstrem

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen mengatakan potensi bencana sangat tinggi di daerah Papua, apalagi curah hujan dari sedang hingga lebat dan disertai angin belakangan kerap terjadi.
Ilustrasi Banjir - Dok Jubi
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Masyarakat Papua khususnya Kota Jayapura dan sekitarnya, diingatkan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara mendadak di beberapa bulan terakhir, karena berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen mengatakan potensi bencana sangat tinggi di daerah Papua, apalagi curah hujan dari sedang hingga lebat dan disertai angin belakangan kerap terjadi.

"Masyarakat sudah seharusnya sadar dan waspada, tidak lagi harus pemerintah mengimbau terus menerus," kata Hery kepada wartawan, di Jayapura, Jumat (4/8/2017).

Khusus di Kota Jayapura, ujar Hery, instansi terkait sudah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (mitigasi bencana).

"Untuk itu, masyarakat harus lebih peka terhadap cuaca yang terjadi akhir-akhir ini," ucapnya.

Mengenai bencana banjir kemarin, Sekda Hery menilai salah satu penyebabnya adalah kepadatan penduduk serta penebangan hutan secara liar yang kian marak tanpa memperhatikan hal-hal lain.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk sadar diikuti dengan adanya perubahan. Mengingat, pembangunan perumahan di Jayapura semakin padat tanpa memikirkan akibatnya.

"Penduduk yang padat biasanya mengakibatkan rumah yang berhimpitan tanpa memikirkan resapan air tanahnya, sehingga ketika curah huan meningkat maka akan sebabkan banjir," katanya.

Demikian juga dengan sulitnya lahan permukiman, Pemerintah Provinsi Papua sudah merencakanan untuk segera membangun pusat pemerintahan baru di wilayah Koya, Distrik Muaratami.

"Hal ini bapak gubernur sudah sampaikan untuk segera melakukan studi kelayakan kawasan Muaratami untuk dikembangkan menjadi pusat pemerintahan," ucapnya.

Secara terpisah, Makmur, Warga Kota Jayapura mengatakan setiap hujan lebat banyak material sisa pembukaan lahan dari gunung terbawa ke jalan, hal tersebut paling sering ditemui di daerah Sentani.

"Hal ini sering menyebabkan pengguna jalan menjadi terhambat, kejadian puncak baru terjadi kemarin, yang mana banyak material dari gunung berhamburan di jalan raya," kata Makmur.

Hal berbeda disampaikan, Helmy warga Entrop, Kota Jayapura. Dirinya mengatakan kawasan SMAN 4 dan PTC sudah menjadi langganan banjir ketika hujan deras datang. Hal ini menurutnya, disebabkan kepadatan perumahan warga sehingga parit-parit yang ada terlalu kecil dan tidak bisa menampung volume air.

"Ada beberapa parit/got yang terlalu kecil di kawasan itu, sehingga ketika curah hujan meningkat parit-parit tersebut tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap dan sebabkan banjir," kata Helmy.

Untuk itu, dirinya berharap ke depan hal ini bisa menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura, sehingga kota yang sudah menerima Adipura sebanyak enam kali ini, bisa terbebas dari bencana alam. (*)

Sebelumnya

Eselon III dan IV diwajibkan ikut Diklatpim pola baru

Selanjutnya

Freeport nyatakan siap membayar utang pajak air

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe