Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Tren pasar motor turun, Astra Papua revisi target penjualan
  • Minggu, 06 Agustus 2017 — 15:08
  • 697x views

Tren pasar motor turun, Astra Papua revisi target penjualan

PT Astra Motor Papua menilai pasar motor belum stabil bahkan cenderung menurun. Pantauan selama enam bulan pertama 2017 membuat perusahaan motor Honda di ujung timur Indonesia ini harus merevisi target penjualannya sampai akhir tahun.
Honda Astra Motor - IST
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – PT Astra Motor Papua menilai pasar motor belum stabil bahkan cenderung menurun. Pantauan selama enam bulan pertama 2017 membuat perusahaan motor Honda di ujung timur Indonesia ini harus merevisi target penjualannya sampai akhir tahun.

Customer Care Sub Depat Head Astra Moto Papua, Raja Hasayangan Siregar, mengakui penurunan penjualan selama semester pertama tahun 2017. 

"Kami berharap di semester dua nanti akan meningkat lagi. Bulan Juni lalu tidak sebaik bulan Juni 2016, " ujarnya, kepada Jubi, Sabtu (5/7/2017). 

Iapun telah menyiapkan beberapa program untuk mengejar penurunan tersebut, seperti program merdeka yang memberikan potongan harga kepada para customer Honda. 

"Kita sih  tetap mengejar target itu dan kita optimis, sebab tren semester kedua ini berbeda dengan semester pertama," tegasnya.

Dari yang terbaca, banyak faktor yang mempengaruhi penjualan motor karena faktor perekonomian yang belum recovery betul secara nasional ternyata juga berdampak di Papua. 

Ditambahkan, Rony Natsir, Manajer Penjualan,  pihaknya melakukan penyesuaian target tahunan Astra Motor Papua dari 35 ribu unit menjadi 30 ribu unit di akhir tahun ini.

"Banyak faktor eksternal yang mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan di Papua. Masalah eksternal ini kebanyakan masyarkat lebih memilih untuk memenuhi faktor kebutuhan primer dibandingkan beli motor. Ini tak hanya bisnis otomotif akan tetapi pembiayaan juga sebab menurunnya daya beli," ujarnya.  

Natsir mengemukakan faktor yang mempengaruhi perekonomian di Papua seperti dana Otsus yang belum cair, Freeport belum pasti dan menggantung, pilkada, dan anggaran proyek belum berjalan.

"Multi player effect ekonomi, sehingga masyarkat ke lebih memilih konsumsi primer seperti kebutuhan makan dan minum serta anak sekolah," lanjutnya.

Iapun juga mengaku telah menyiapkan beberapa langkah untuk mendongkrak penjual di semester kedua.

"Pada intinya itu, target boleh turun tetapi jualan jalan terus," tegasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Disperindagkop hibahkan mesin batik tulis ke SMK 5 Jayapura

Selanjutnya

Program Merah Putih, Telkomsel bangun 5 BTS di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe