Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Lulusan program Pengurangan Resiko Perubahan Iklim minta didayagunakan
  • Minggu, 06 Agustus 2017 — 16:34
  • 687x views

Lulusan program Pengurangan Resiko Perubahan Iklim minta didayagunakan

“28 lulusan kami dapat kerja praktik langsung di masyarakat secepat mungkin selama keterampilan dan pengetahuan yang mereka dapat dari kursus Pengurangan Resiko Perubahan Iklim ini masih segar dalam ingatan mereka.”
Lulusan kursus bersama para pemangku kepentingan dan Menteri Perubahan Iklim Vanuatu, Ham Lini – dailypost.vu
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

 

Vanuatu, Jubi – Satu dari 28 lulusan angkatan pertama program Pengurangan Resiko Perubahan Iklim, Andrew Toara Morris minta agar Vanuatu mendayagunakan sumber daya siap pakai mereka.

 “Sekarang kami jadi sumber daya siap pakai untuk digunakan oleh negara ini (Vanuatu) yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan kami. Tolong dayagunakan kami,” ujarnya di hadapan tamu undangan pada hari perayaan kelulusan di Vanuatu Institute of Technology 1 Agustus 2017 lalu.

 Alumnus lainnya, Nathalie Merick berkata, “Kami, perempuan, adalah kelompok paling rentan tedari rhadap dampak dari perubahan iklim. Semua yang telah kami pelajari melalui kursus ini akan membantu kami meningkatkan peran perempuan di masyarakat,” kata dia.

 Perintis dan penasihat kursus tersebut, Charles Pierce menginginkan agar keseluruhan lulusan program itu dapat melakukan praktik langsung ke masyarakat, “28 lulusan kami dapat kerja praktik langsung di masyarakat secepat mungkin selama keterampilan dan pengetahuan yang mereka dapat dari kursus Pengurangan Resiko Perubahan Iklim ini masih segar dalam ingatan mereka.”

 Menurut Pierce Organisasi Non-Pemerintah (NGO) seperti Palang Merah, CARE International, ataupun Oxfam dapat mempekerjakan mereka. NDMO (National Disaster Management Office atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana) juga dapat menjadi  kesempatan kerja bagi lulusan kursus ini.

 Satu alternatif lainnya bagi mereka adalah kembali ke masyarakat, bekerja sebagai relawan/ti untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ilmu yang telah mereka pelajari.

 Dari 28 orang lulusan, menurut Pierce sudah ada enam orang yang telah mendapat pekerjaan sehingga menyisakan 22 orang.

Kursus tersebut telah diminta oleh Vanuatu Institute of Technology agar diajarkan sebagai salah satu program studi pada tahun depan (2018).

 Kursus Perubahan Iklim secara umum sudah termasuk dalam kurikulum pembelajaran di banyak sekolah menengah di Vanuatu, namun Pierce merasa masih banyak materi tambahan yang diperlukan untuk memperluas jangkauan mata pelajaran ini.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Samoa lobi jadi tuan rumah Olimpiade Pasifik 2019

Selanjutnya

PBB prihatin tidak ada perempuan di Parlemen terpilih

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe