Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. PBB prihatin tidak ada perempuan di Parlemen terpilih
  • Minggu, 06 Agustus 2017 — 16:37
  • 804x views

PBB prihatin tidak ada perempuan di Parlemen terpilih

Tidak adanya perempuan yang terpilih menjadi anggota parlemen di Pemilihan Umum Papua New Guinea berarti separuh penduduk tidak terwakili di badan legislatif nasional, demikian kata seorang pejabat PBB. 
PNG women to undergo practice of parliament session in 2012 - looppng.com
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Port Moresby, Jubi - Tidak adanya perempuan yang terpilih menjadi anggota parlemen di Pemilihan Umum Papua New Guinea berarti separuh penduduk tidak terwakili di badan legislatif nasional, demikian kata seorang pejabat PBB. 

 Menurut Julia Bukikun, Asisten Perwakilan UNDP (United Nations Development Programme/Badan PBB yang menangani pembangunan), inilah pertama kalinya dalam 25 tahun tidak ada perempuan terpilih. Di periode sebelumnya ada tiga perempuan di parlemen.

 “Sejak 1975, perwakilan di parlemen beragam di tiap tingkatan. Tapi sejauh ini baru tujuh perempuan yang pernah terpilih jadi anggota Parlemen,” kata Bukikun.

 Menurut dia hal itu sangat penting, “karena dalam pembangunan setiap negara, perlu pengambilan keputusan yang berimbang.”

 Di pemilu ini, hanya ada 167 perempuan dari 3332 calon anggota parlemen yang berpartisipasi.

 Menurut Rufina Peter, salah seorang calon anggota parlemen dari Central region yang gagal mendapatkan kursi, tantangan terbesar adalah dunia politik dikhususkan untuk laki-laki dan perempuan tidak difasilitasi untuk menjadi pemimpin politik yang efektif.

 Menurut Rufina, budaya politik PNG sekarang turut mendorong praktek-praktek curang, terutama jual beli suara; yang dilakukan beberapa calon.

 “Pemerintah dan  mitra-mitra pembangunannya perlu membuat rencana intervensi komprehensif untuk menciptakan ruang bagi perempuan di dunia politik PNG,” lanjutnya.

 Direktur Registry of Political Parties, Emmanuel Pok mengatakan pada surat kabar The National tiga perempuan anggota parlemen dari periode sebelumnya mungkin gagal mempertahankan kursi mereka karena pindah partai.

 Loujaya Kouza (Lae), Delilah Gore (Sohe) dan Julie Soso (Eastern Highlands) mendapatkan kursi di Pemilu 2012, tapi mereka pindah partai setelah terpilih.

 “Menurut pengamatan kami, mereka pindah partai dan komunikasi dengan massa mereka juga berubah,” kata Pok.

 Pok menyatakan perlu ada ajakan pada perempuan untuk mendukung perempuan lain yang mencalonkan diri menjadi anggota parlemen.(L. J. Giay) 

loading...

Sebelumnya

Lulusan program Pengurangan Resiko Perubahan Iklim minta didayagunakan

Selanjutnya

Bahasa Kepulauan Cook perlu diajarkan ke generasi baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe