Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ketua DPRP: Kapan air mata dan darah di Papua berhenti mengalir?
  • Minggu, 06 Agustus 2017 — 17:24
  • 1264x views

Ketua DPRP: Kapan air mata dan darah di Papua berhenti mengalir?

"Tidak harus menembak. Ini cara-cara yang harus dihentikan. Hingga kini air mata dan darah rakyat Papua terus mengalir. Sampai kapan air mata dan darah rakyat Papua berhenti mengalir? Selalu ada pertumpahan darah di Papua. Kami minta pendekatan persuasif, tidak harus dengan cara kekerasan," katanya ketika menghubungi Jubi via teleponnya, pekan lalu.
Korban penembakan Deiyai - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Penembakan terhadap 17 warga sipil di Kampung Oneibo, Distrik Tigi Kabupaten Deiyai, 1 Agustus 2017, yang diduga dilakukan anggota Brimob dan polisi menuai kecaman dari Ketua DPR Papua, Yunus Wonda.

Politikus Partai Demokrat itu mengutuk keras penembakan yang dinilai brutal tersebut. Katanya, tidak seharusnya aparat keamanan memuntahkan timah panas dari moncong senjata mereka, ketika menghadapi masyarakat sipil. Masih ada cara-cara lain yang dapat dilakukan. 

"Tidak harus menembak. Ini cara-cara yang harus dihentikan. Hingga kini air mata dan darah rakyat Papua terus mengalir. Sampai kapan air mata dan darah rakyat Papua berhenti mengalir? Selalu ada pertumpahan darah di Papua. Kami minta pendekatan persuasif, tidak harus dengan cara kekerasan," katanya ketika menghubungi Jubi via teleponnya, pekan lalu.

Kata Wonda, senjata diberikan negara kepada aparat keamanan, termasuk Brimob dan kepolisian, untuk melindungi rakyat, bukan membunuh masyarakat. 

"Papua ini bukan tempat latihan menembak. Bukan Jalur Gaza. Itu tindakan sangat tidak manusiawi. Kami minta Kapolda dan Kasat Brimob menindak tegas pelaku, apa pun alasannya," ujarnya.

Menurutnya, harus ada tindakan nyata dari Kapolda Papua dan Kasad Brimob terhadap oknum anggotanya. Pihaknya ingin pelaku dipecat dari kesatuan. 

"Kami mau pelaku dipecat, kami mau melihat ketegasan itu. Harus ada tindakan nyata, diproses sesuai aturan. Ini untuk mengembalikan kepercayaan rakyat Papua kepada negera terutama institusi kepolisian," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Penembakan Deiyai terindikasi pelanggaran HAM Berat

Selanjutnya

DPR Papua akan kirim tim investigasi ke Deiyai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe