TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. DPR Papua akan kirim tim investigasi ke Deiyai
  • Minggu, 06 Agustus 2017 — 17:29
  • 841x views

DPR Papua akan kirim tim investigasi ke Deiyai

"Kami akan kirim tim untuk mengumpulkan data-data dan mencari tahu kronologis di lapangan. Kami akan kirim teman-teman dari dapil sana karena pendekatannya, yakni pendekatan kekeluargaan," kata Wonda ketika menghubungi Jubi, pekan lalu.
Korban penembakan Deiyai - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
[email protected]
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyatakan, parlemen Papua akan mengirim tim investigasi ke Deiyai.

Ia mengatakan, tim DPR Papua akan mengumpulkan data-data terkait penembakan terhadap warga sipil di Kampung Oneibo, Distrik Tigi, yang diduga dilakukan anggota Brimob dan polisi, 1 Agustus 2017.  

"Kami akan kirim tim untuk mengumpulkan data-data dan mencari tahu kronologis di lapangan. Kami akan kirim teman-teman dari dapil sana karena pendekatannya, yakni pendekatan kekeluargaan," kata Wonda ketika menghubungi Jubi, pekan lalu.

Menurutnya, masyarakat di wilayah Meepago dan wilayah Papua lain pada umumnya, sudah tidak percaya lagi kepada polisi dan pasti tidak akan memberikan keterangan kepada kepolisian. 

"Jadi tidak mungkin lagi, karena mereka yakin pelaku tidak akan pernah diproses, misalnya kasus Paniai sampai kini tidak ada penyelesaian," ujarnya.

Katanya, cara-cara seperti ini yang membuat situasi Papua terus menjadi sorotan karena pelanggaran HAM. Kasus Deiyai juga merupakan tantangan Boy Rafli, yang baru beberapa bulan bertugas di Papua sebagai kapolda.

"Bagaimana membuat orang Papua mencintai bangsa ini, bagaimana membuat orang Papua menghargai dan menghormati serta percaya kepolisian, bagaimana agar orang Papua merasa bagian dari negara ini," ucapnya.

Kata Wonda, pihaknya juga akan melihat sejauh mana peran PT Putra Dewa Paniai, perusahaan yang disebut penyebab awal penembakan 

"Sejauh mana kiprahnya. Kalau memang berasal dari perusahaan, kami minta polisi juga harus memeriksa pimpinannya. Kami dengar kiprah perusahaan ini banyak berbuat tidak baik di sana. Sekali lagi kami minta, seluruh pengamanan di Papua, di gunung, pedalaman, atau pesisir pantai jangan menggunakan cara-cara kekerasan," katanya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Ketua DPRP: Kapan air mata dan darah di Papua berhenti mengalir?

Selanjutnya

Ondoafi: aneh, kandidat yang minta PSU tapi tolak PSU 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Mamta |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 3062x views
Otonomi |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 2923x views
Pilkada Papua |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2490x views
Anim Ha |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2397x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat