Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ondoafi: aneh, kandidat yang minta PSU tapi tolak PSU 
  • Minggu, 06 Agustus 2017 — 17:34
  • 757x views

Ondoafi: aneh, kandidat yang minta PSU tapi tolak PSU 

"Kalau pihak yang digugat atau dilaporkan yang menolak PSU, itu wajar. Tapi ini pihak yang melapor, tapi menolak PSU. Padahal awalnya mereka meminta PSU. Saya pikir ini aneh," kata Kaway pekan lalu.
Pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Jayapura, 15 Februari 2017 lalu - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Salah satu ondoafi di Kabupaten Jayapura, Papua, Orgenes Kaway, merasa aneh dengan sikap tiga kandidat kepala daerah setempat yang menolak PSU.

Ia mengatakan, para kandidat kepala daerah itu yang melaporkan berbagai dugaan pelanggaran kepada panwaslu dan menuntut pelaksanaan PSU. Sengketa pilkada Kabupaten Jayapura pun sampai kepada DKPP dan lembaga tersebut memerintahkan KPU Papua, melaksanakan PSU menggantikan KPUD Kabupaten Jayapura.

"Kalau pihak yang digugat atau dilaporkan yang menolak PSU, itu wajar. Tapi ini pihak yang melapor, tapi menolak PSU. Padahal awalnya mereka meminta PSU. Saya pikir ini aneh," kata Kaway pekan lalu.

Katanya, jadwal PSU, 9 Agustus yang telah ditetapkan KPU Papua tak mungkin lagi diundur atau ditunda, kecuali ada hal darurat. Semua pihak, terutama para kandidat harus menyukseskan pelaksanaan PSU. 

"Jangan lagi ada komenter-komentar. Waktu terus berjalan dan kabupaten ini perlu pembangunan," ujarnya.

Katanya, siapa pun pasangan calon kepala daerah yang menang dalam PSU nantinya, pasangan calon lainnya harus menerima. Itulah pilihan masyarakat.

"Yang kalah harus terima kekalahan. Hormati kandidat yang menang, karena kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Jangan lagi ada gerakan tambahan. Kalau belum memimpin sudah begitu, apalagi kalau sudah memimpin," katanya.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa mengatakan, semua pihak harus menyukseskan pelaksanaan PSU Kabupaten Jayapura.

"PSU Kabupaten Jayapura harus bebas dari intervensi siapa pun dan pihak manapun. Jangan lagi ada hal-hal yang dapat mengganggu pelaksanaan PSU Jayapura," kata Kadepa. (*)

loading...

Sebelumnya

DPR Papua akan kirim tim investigasi ke Deiyai

Selanjutnya

DAP dan aktivis HAM: Kapolda, Kapolres dan Kapolsek harus dicopot

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2997x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1174x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1152x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe