Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Musibah banjir Danau Paniai, Pemkab dinilai tidak peduli
  • Senin, 07 Agustus 2017 — 16:21
  • 747x views

Musibah banjir Danau Paniai, Pemkab dinilai tidak peduli

CP: Seorang pemuda yang mengikuti aksi di halaman DPRD Kabupaten Paniai (7/8/2017), memegang pamflet tuntutan agar Pemkab Paniai segera menangani luapan Danau Paniai – Jubi/Abeth You
Seorang pemuda yang mengikuti aksi di halaman DPRD Kabupaten Paniai (7/8/2017), memegang pamflet tuntutan agar Pemkab Paniai segera menangani luapan Danau Paniai – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Paniai, Jubi - Musibah meluapnya air danau Paniai karena curah hujan yang sangat tinggi telah menenggelamkan ratusan rumah warga termasuk kandang ternak, kolam ikan, dan kebun di berbagai kampung terutama di Kota Enarotali.  Namun hingga kini Pemerintah Kabupaten Paniai dinilai tidak peduli dengan musibah yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan.

Kondisi ini mengundang keprihatinan mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Paniai. Senin (7/8/2017) mereka yang tergabung dala, Tim Peduli Bencana Alam Paniai (TPBAP) melakukan unjuk rasa di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan kantor Bupati Paniai.

Kordinator lapangan TPBAP, Imbertus Pigai, mengatakan mereka menggelar aksi tersebut karena Pemkab Paniai dinilai tidak peduli dengan musibah yang berpotensi terjadinya kelaparan di Enarotali.

“Kenapa pemerintah buta, padahal musibah terjadi di depan mata mereka. Kami anggap pemerintah mau bunuh rakyat. Karena itu kami minta Eksektif dan Legislatif harus kerjasama unutk tangani masalah ini, tidak boleh tunda-tunda. Sudah tiga bulan, air sudah makin tinggi,” kata Imbertus Pigai, kepada Jubi, usia aksi di halaman Kantor DPRD Paniai.

Pihaknya mengancam akan memalang tiga kantor tersebut apabila aksi mreka tidak direspon baik.

“Sudah banyak rumah warga yang terendam banjir.  SD YPPK Kogenepa dan SMK Yamewa Paniai juga sudah terendam. Pemerintah tuli dan buta. Di mana perasaan kalian,” katanya.

Juru bicara aksi, Tinus Pigai, mengatakan pihaknya telah memiliki data dari Distrik Paniai Timur, Wege Muka, Paniai Barat, Yatamo, Kebo, Eka, dan Agadide.

“Kami menuding Pemkab Paniai sama sekali tak memiliki kepedulian terhadap rakyatnya.  Rakyatnya kena musibah tapi pemerintah diam diri. Ini tidak masuk akal,” katanya.

Asisten I Setda Paniai, Abdul Aziz, mengatakan bencana alam tersebut menjadi langganan setiap tahun.

“Bencana ini datang setiap tahun dengan tingkatana berbeda. Bencana paling besar tahun 2010. Tahun ini  juga termasuk besar,” tandas Azis.

Azis mengatakn aksi yang dilakukan para pemuda dan mashasiswa sebagai masukan yang sangat dan semua pihak diminta jeli melihat keadaan ini. Setelah  melihat di lapangan, pihaknya langsung perintahkan BPBD dan Dinas Sosial sudah mulai kerja datanya.

Ia mengakui dana untuk penanggulangan bencana telah dianggaran tahun 2016 namun ia belum mengatahui berapa besarnya.

“Saya sampaikan bahwa tahun ini dianggarkan, posnya ada di keuangan. Berapa anggaran itu saya tidak tahu. Kami para Asisten itu hanya membantu Bupati dan Sekda. Kami hanya koordinasi saja,” katanya.

Kepala BPBD, Nahum Tebai, mengatakan pihaknya belum bisa melakukan apa-apa terhadap musibah itu karena belum punya dana yang signifikan.

“Data konkrit sudah ada. Aksi ini mencabut duri yang ada di dalam diri saya. Tapi tidak ada uang, kita kerja pelan-pelan saja,” katanya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Akhirnya, timsel umumkan enam besar Panwas Paniai dan Deiyai

Selanjutnya

Kebakaran kios di Waghete diduga hanya pengalihan isu tragedi Deiyai berdarah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe