Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Diancam ditutup, Al Jazeera akan lawan Israel
  • Senin, 07 Agustus 2017 — 18:46
  • 402x views

Diancam ditutup, Al Jazeera akan lawan Israel

Al Jazeera Media Network mengecam keputusan dari kampanye yang diprakarsai oleh pernyataan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu
Ilustrasi. Jubi/Reuters
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Tel Aviv, Jubi - Israel berencana untuk menutup kantor berita Al Jazeera di Yerusalem dan melarang wartawannya melakukan liputan. Rencana itu disampaikan Menteri Komunikasi Israel, Ayoub Kara, Minggu, 6 Agustus 2017, pada acara jumpa pers, yang dilarang dihadiri oleh Al Jazeera.

"Keputusan kami berdasarkan kebijakan yang diambil oleh negara-negara Sunni yang melarang Al Jazeera beroperasi," ucapnya.

Langkah Israel tersebut semakin menambah tekanan lebih lanjut pada Qatar, yang kini terlibat dalam perselisihan dengan empat negara tetangga Arabnya.

Dia berharap parlemen Israel, Knesset, mempertimbangkan permintaannya dalam sidang mendatang.

"Saya akan menempuh mekanisme legislasi untuk mendapatkan kewenangan sehingga saya bisa bergerak bebas. Kami akan mencoba mengakhiri keberadaan Al Jazeera di Israel secara cepat."

Kara mengatakan bahwa dirinya akan meminta Kantor Pers Pemerintah untuk mencabut akreditasi wartawan Al Jazeera di Israel, yang memilik

Jaringan televisi yang berbasis di Doha ini menolak keputusan yang akan diambil oleh pemerintah yang mengaku paling demokratis di Timur Tengah itu.

"Bila keputusan itu benar-benar diambil, Al Jazeera akan mengambil tindakan hukum," bunyi pernyataan yang beredar di media massa.

"Al Jazeera Media Network mengecam keputusan dari kampanye yang diprakarsai oleh pernyataan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu,"

Sebelumnya, pada bulan lalu Netanyahu mengatakan bahwa dia akan menutup kantor berita Al Jazeera dan jaringannya di Israel, menuduh Al Jazeera telah menghasut kekerasan di Yerusalem, terutama pada kejadian perseteruan di situs Kota Tua yang suci bagi Muslim dan Yahudi. Al Jazeera membantah tudingan itu.

"Al Jazeera akan tetap melanjutkan liputan di daerah pendudukan milik rakyat Palestina secara profesional dan akurat sesuai dengan standar internasional.". (*)
 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

PBB temukan kuburan massal di Mali

Selanjutnya

Macedonia umumkan status darurat terkait kebakaran hutan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe