Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Jurnalis Manus: Polisi Papua Nugini akan serang Pulau Manus
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 08:12
  • 1029x views

Jurnalis Manus: Polisi Papua Nugini akan serang Pulau Manus

Menurut jurnalis Behrouz Boochani, dia menerima informasi bahwa polisi akan menyerang pusat penahanan di Pulau Manus dalam beberapa hari kedepan.
Penghuni di pusat penahanan Australia di PNG - RNZI/ Ian Rintoul
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Pulau Manus, Jubi – Seorang jurnalis yang sedang ditahan di pusat penahahan (detention centre) Pulau Manus, Papua Nugini (PNG), yang menjadi tempat bagi penempatan pencari suaka  ke Australia berkata bahwa polisi PNG sedang bersiap menyerang tempat itu, sebagai respon dari protes yang dilakukan oleh tahanan (pencari suaka, lebih tepatnya) untuk mengurangi pembatasan penggunaan listrik dan air.

Fasilitias listrik dan air ke kamp Foxtrot di dalam tahanan ini dihentikan sejak minggu lalu, menyebabkan protes setiap hari oleh 850 orang yang ditempatkan di fasilitasi yang dioperasikan oleh pemerintah Australia itu.

Pembatasan listrik dan air ini disinyalir sebagai usaha dari pengurus pusat penahanan untuk memaksa para tahanan keluar dari tahanan akibat penutupan yang akan dilakukan pada bulan November 2017 ini.

Menurut jurnalis Behrouz Boochani, dia menerima informasi bahwa polisi akan menyerang pusat penahanan di Pulau Manus dalam beberapa hari kedepan.

Dia menyatakan para tahanan telah menghalang polisi memasuki kamp Mike pada hari Jumat kemarin, 4 Agustus 2017. Kamp Mike adalah tempat para tahanan mendapatkan listrik yang telah diteruskan ke kamp Foxtrot selama pembatasan listrik terjadi.

Minggu lalu kepala polisi Pulau Manus, David Yap, mengatakan dia telah memanggil bantuan tenaga untuk membantu sekitar 100 orang agar meninggalkan kompleks Foxtrot.

“Saat ini kami memiliki tujuh polisi, namun karena situasi ini, saya telah berbicara dengan atasan saya untuk setidaknya mengirimkan 15 tambahan polisi dari pusat penahanan lainnya agar datang ke sini dan membantu kami menutup tempat ini.

Sementara itu, menurut Boochani, tanpa air bersih sudah sekitar 20 pengungsi terpaksa dikarantina karena jatuh sakit.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

French Polynesia lebih keras melawan ekspansi tambang fosfat

Selanjutnya

Jejak penggundulan hutan: dari Papua Nugini ke AS dan RRT

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe