Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Perjuangan Perempuan Vanuatu melawan kekerasan dan pembunuhan
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 08:21
  • 908x views

Perjuangan Perempuan Vanuatu melawan kekerasan dan pembunuhan

“Kami, perempuan Republik Vanuatu, 49% populasi Vanuatu, yang Tuhan ciptakan sebagai mitra laki-laki, yang menjadi ibu penerus Vanuatu, mengajukan petisi kepada para anggota Parlemen Vanuatu. Kami minta kalian mendenger petisi kami dan segera bertindak untuk menyelesaikan masalah yang kami, perempuan Vanuatu, senantiasa hadapi.”
Para anggota WACC, Port Vila – DVU/Len Garae
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Port Vila, Jubi - Semua anggota kelompok Women Against Crime and Corruption (WACC, Perempuan melawan Kriminalitas dan Korupsi) setuju bahwa “Zero Tolerance Petitions”, petisi yang menyikapi kekerasan terhadap perempuan, harus disteruskan langsung kepada Perdana Menteri Vanuatu.

Kesepakatan ini dicapai melalui voting, di mana semua anggota kelompok ini setuju bahwa tindakan ini diperlukan karena minimnya tindak lanjut dari 52 anggota parlemen terkait reli ke parlemen yang dilakukan WACC pada 21 Maret tahun lalu.

WACC setuju bahwa kebijakan yang baru dikeluarkan (Family Protection Act) sudah lebih baik, namun mereka merasa dibutuhkan lebih dari itu untuk menghentikan kekerasan dan pembunuhan terhadap perempuan.

Ini semakin didorong oleh peristiwa yang terjadi minggu lalu di Port Vila, dimana seorang ibu ditusuk oleh pasangannya di depan salah satu anaknya, dan seorang ibu lain dihantam mobil dan meninggal di depan anaknya.

Sepanjang sejarah masyarakat Melanesia, kekerasan kepada perempuan hampir tidak pernah dihukum. Tapi kali ini WACC, sebuah LSM orang Vanuatu tanpa dibiayai oleh pemerintah, bangkit melawan masyarakat yang didominasi laki-laki.

Protes yang mereka pimpin melibatkan kurang lebih seribu orang dan mendorong parlemen mendukung petisi mereka.  

Walapun WACC sudah memberikan kopi petisi mereka kepada semua anggota parlemen, pemimpin LSM ini berkata bahwa usaha mereka selama ini diabaikan.

Petisi mereka dianggap sebagai protes perempuan biasa atau diagendakan untuk dibahas nanti. WACC sudah menunggu 17 bulan, dan sekarang mereka akan meneruskan petisi ini ke Perdana Menteri.

Petisi itu dimulai dengan pertanyaan:

“Kami, perempuan Republik Vanuatu, 49% populasi Vanuatu, yang Tuhan ciptakan sebagai mitra laki-laki, yang menjadi ibu penerus Vanuatu, mengajukan petisi kepada para anggota Parlemen Vanuatu. Kami minta kalian mendenger petisi kami dan segera bertindak untuk menyelesaikan masalah yang kami, perempuan Vanuatu, senantiasa hadapi.”

Dokumen ini berisi dua belas tuntutan:

  1. Meminta agar tidak ada toleransi terhadap kekerasan domestik, terhadap setiap perempuan, anak-anak perempuan dan kelompok-kelompok marjinal di Vanuatu dan pembunuhan brutal yang dilakukan para gangster. Setiap orang yang telibat dalam penculikan dan pemukulan perempuan harus diproses oleh polisi.
  2. Meminta pemerintah Vanuatu untuk mendorong Departemen dan badan pemerintah yang menangani urusan perempuan bergabung dengan WACC dan Vanuatu National Council of Women untuk bekerja sama dan mempromosikan keselamatan dan keamanan perempuan.
  3. Meminta pemerintah Republik Vanuatu menjalankan pelatihan gender untuk semua laki-laki di Vanuatu. Tujuan dari pelatihan ini adalah mengajarkan mereka untuk menghormati perempuan dan tidak memperlakukan mereka selayaknya objek seks atau pembantu rumah tangga dan mengakui kesetaraan gender serta HAM.
  4. Meminta agar pelatihan gender di atas menjadi bagian dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
  5. Berhenti sekedar lip-service (mulut manis) dan mengijinkan lebih banyak perempuan Vanuatu yang berkualitas mengisi posisi-posisi eksekutif di perusahaan negara maupun swasta untuk mewakili suara perempuan dan kelompok-kelompok termarjinal di Vanuatu lainnya.
  6. Lands Transport Associations (Asosiasi Transportasi Darat) harus berkomunikasi dengan pengemudi dan pemilik bus dan taksi untuk memastikan bahwa kepentingan semua pihak terwakili dalam bidang operastional. WACCA meminta pucuk pimpinan LTA untuk menerapkan tindakan disipliner terhadap semua pelaku kekerasan dan pembunuhan di Vanuatu.
  7. Meminta manajemen Yumi Toktok Stret untuk menyeleksi semua anggota dan hanya menerima anggota yang mempromosikan dialog damai dalam penyelesaian isu-isu sensitif. Anggota yang menyalahi aturan itu perlu diblok dari platform ini.
  8. Merekrut anggota parlemen Vanuatu sebagai pembela dan penyalur aspirasi perempuan kelompok marjinal lainnya.
  9. Meminta pemerintah Vanuatu membuat ketentuan-ketentuan dalam kebijakan investasi Vanuatu Foreign Investment Promotion Act (CAP 248) tahun 2010 direvisi dan memasukan istilah masyarakat asli (Indigenous ni Vanuatu) untuk mengurangi kekerasan dan pembunuhan di Vanuatu.
  10. Biayai dan dirikan Crime Watch Facilities layaknya di Australia, Selandia Baru dan Fiji untuk orang Vanuatu agar mereka bisa melaporan kejahatan tanpa rasa takut akan pembalasan dan intimidasi.
  11. Meminta agar dewan kepala Malavatamauri dan dewan kepala Vaturis, serta pemerintah propinsi Shefa untuk menggunakan wewenang mereka menghukum pelaku kekerasan dan mendeportasi pelaku kekerasan dari luar Vanuatu ke pulau mereka agar dihukum di bawah pengawasan kepala kampung/komunitas mereka sendiri.
  12. Meminta pemerintah Vanuatu untuk meninjau kembali Vanuatu Family Protection Act (CAP 28, UU perlindungan keluarga) demi keamanan dan keselamatan perempuan yang melaporkan kekerasan domestic dan fisik. Perintah untuk tidak mendekati pelapor (Restraining order) harus bisa melindungi pelapor dan apabila pelaku melanggar perintah tersebut, ia harus langsung ditangkap.(L. J. Giay/Daily Post Vanuatu)
loading...

Sebelumnya

Jejak penggundulan hutan: dari Papua Nugini ke AS dan RRT

Selanjutnya

Kantong dan botol plastik segera dilarang di Vanuatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe